Selasa, 16 Januari 2018
CIRI ORANG YANG MENGINGINKAN KEBENARAN
الذي يريد الحق يفرح بالنصيحة ويفرح بالتنبيه على الخطأ.
"Orang yang menginginkan kebenaran merasa senang dengan nasehat dan senang diingatkan kesalahannya." [Syarh Kitab al-Ubudiyyah;252]
Minggu, 14 Januari 2018
NASKAH SOAL UN TP. LALU
naskah asli soal UN dan sbmptn :
UN SD :
2009 : https://goo.gl/U3p6uB
2010 : https://goo.gl/frjwg5
2011 : https://goo.gl/pfJwtV
2012 : https://goo.gl/G42LL9
2013 : https://goo.gl/zJEDAC
2014 : https://goo.gl/g7obXm
2015 : https://goo.gl/pNgKtG
2016 : https://goo.gl/UGPxbH
2017 : https://goo.gl/ued8iT
UN SMP :
2009 : https://goo.gl/D1dpCg
2010 : https://goo.gl/SZt7yW
2011 : https://goo.gl/AeRF3R
2012 : https://goo.gl/BjpYFc
2013 : https://goo.gl/UonyHp
2014 : https://goo.gl/fSNNjx
2015 : https://goo.gl/HsB78c
2016 : https://goo.gl/mQdtFi
2017 : https://goo.gl/t3qGTx
UN SMA :
2009 : https://goo.gl/dsLkf7
2010 : https://goo.gl/hsvpNs
2011 : https://goo.gl/aFkK89
2012 : https://goo.gl/5kDEoS
2013 : https://goo.gl/qwjhgj
2014 : https://goo.gl/8SqyBK
2015 : https://goo.gl/6SXjoU
2016 : https://goo.gl/uJt598
2017 : https://goo.gl/vitma9
SBMPTN :
2009 : https://goo.gl/54Kn8w
2010 : https://goo.gl/PnaXp4
2011 : https://goo.gl/TaSoQL
2012 : https://goo.gl/4ZwzUu
2013 : https://goo.gl/LLuiFx
2014 : https://goo.gl/rQ3d9Y
2015 : https://goo.gl/p7FRJF
2016 : https://goo.gl/yP4SWX
2017 : https://goo.gl/ox6A4L
monggo bisa d share ke temen2 yg lain yg punya putra menjelang ujian
UN SD :
2009 : https://goo.gl/U3p6uB
2010 : https://goo.gl/frjwg5
2011 : https://goo.gl/pfJwtV
2012 : https://goo.gl/G42LL9
2013 : https://goo.gl/zJEDAC
2014 : https://goo.gl/g7obXm
2015 : https://goo.gl/pNgKtG
2016 : https://goo.gl/UGPxbH
2017 : https://goo.gl/ued8iT
UN SMP :
2009 : https://goo.gl/D1dpCg
2010 : https://goo.gl/SZt7yW
2011 : https://goo.gl/AeRF3R
2012 : https://goo.gl/BjpYFc
2013 : https://goo.gl/UonyHp
2014 : https://goo.gl/fSNNjx
2015 : https://goo.gl/HsB78c
2016 : https://goo.gl/mQdtFi
2017 : https://goo.gl/t3qGTx
UN SMA :
2009 : https://goo.gl/dsLkf7
2010 : https://goo.gl/hsvpNs
2011 : https://goo.gl/aFkK89
2012 : https://goo.gl/5kDEoS
2013 : https://goo.gl/qwjhgj
2014 : https://goo.gl/8SqyBK
2015 : https://goo.gl/6SXjoU
2016 : https://goo.gl/uJt598
2017 : https://goo.gl/vitma9
SBMPTN :
2009 : https://goo.gl/54Kn8w
2010 : https://goo.gl/PnaXp4
2011 : https://goo.gl/TaSoQL
2012 : https://goo.gl/4ZwzUu
2013 : https://goo.gl/LLuiFx
2014 : https://goo.gl/rQ3d9Y
2015 : https://goo.gl/p7FRJF
2016 : https://goo.gl/yP4SWX
2017 : https://goo.gl/ox6A4L
monggo bisa d share ke temen2 yg lain yg punya putra menjelang ujian
SIAPA WALI SONGO
“Walisongo” berarti sembilan orang wali”
Walisongo adalah sebuah majelis dakwah yang pertama kali didirikan oleh Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) pada tahun 1404 Masehi (808 Hijriah). Saat itu, majelis dakwah Walisongo beranggotakan Maulana Malik Ibrahim sendiri, Maulana Ishaq (Sunan Wali Lanang), Maulana Ahmad Jumadil Kubro (Sunan Kubrawi); Maulana Muhammad Al-Maghrabi (Sunan Maghribi); Maulana Malik Isra'il (dari Champa), Maulana Muhammad Ali Akbar, Maulana Hasanuddin, Maulana 'Aliyuddin, dan Syekh Subakir. Dari nama para Walisongo tersebut, pada umumnya terdapat sembilan nama yang dikenal sebagai anggota Walisongo yang paling terkenal, yaitu
Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim - Gapura Wetan, Gresik
Sunan Ampel atau Raden Rahmat - Ampeldenta, Surabaya
Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim - Tuban
Sunan Drajat atau Raden Qasim - Paciran
Sunan Kudus atau Ja'far Shadiq -Kudus
Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin - Giri, Gresik
Sunan Kalijaga atau Raden Said - Kadilangu, Demak
Sunan Muria atau Raden Umar Said - Kolo, Gunung Muria
Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah - Gunung Sembung, Cirebon
Maulana Malik Ibrahim yang tertua. Sunan Ampel anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah anak saudara kepada Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.
Click untuk Full Size Image
WALISONGO MENURUT PERIODE WAKTU
Menurut buku Haul Sunan Ampel Ke-555 yang ditulis oleh KH. Mohammad Dahlan, majlis dakwah yang secara umum dinamakan Walisongo, sebenarnya terdiri dari beberapa angkatan. Para Wali Songo tidak hidup dalam suatu masa. Namun demikian, diantara kesembilan wali ini, mereka semua mempunyai sebuah bentuk ikatan yang amat erat, jika tiada hubungan darah diantara mereka, pasti ada hubungan diantara Guru dan Murid.. Bila ada seorang anggota majlis yang wafat, maka posisinya digantikan oleh tokoh lainnya:
Angkatan ke-1 (1404 – 1435 M), terdiri dari Maulana Malik Ibrahim (wafat 1419), Maulana Ishaq, Maulana Ahmad Jumadil Kubro, Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Maulana Malik Isra'il (wafat 1435), Maulana Muhammad Ali Akbar (wafat 1435), Maulana Hasanuddin, Maulana 'Aliyuddin, dan Syekh Subakir atau juga disebut Syaikh Muhammad Al-Baqir.
Angkatan ke-2 (1435 - 1463 M), terdiri dari Sunan Ampel yang tahun 1419 menggantikan Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq (wafat 1463), Maulana Ahmad Jumadil Kubro, Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Sunan Kudus yang tahun 1435 menggantikan Maulana Malik Isra’il, Sunan Gunung Jati yang tahun 1435 menggantikan Maulana Muhammad Ali Akbar, Maulana Hasanuddin (wafat 1462), Maulana 'Aliyuddin (wafat 1462), dan Syekh Subakir (wafat 1463).
Angkatan ke-3 (1463 - 1466 M), terdiri dari Sunan Ampel, Sunan Giri yang tahun 1463 menggantikan Maulana Ishaq, Maulana Ahmad Jumadil Kubro (wafat 1465), Maulana Muhammad Al-Maghrabi (wafat 1465), Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang yang tahun 1462 menggantikan Maulana Hasanuddin, Sunan Derajat yang tahun 1462 menggantikan Maulana ‘Aliyyuddin, dan Sunan Kalijaga yang tahun 1463 menggantikan Syaikh Subakir.
Angkatan ke-4 (1466 - 1513 M, terdiri dari Sunan Ampel (wafat 1481), Sunan Giri (wafat 1505), Raden Fattah yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Ahmad Jumadil Kubra, Fathullah Khan (Falatehan) yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Derajat, dan Sunan Kalijaga (wafat 1513).
Angkatan ke-5 (1513 - 1533 M), terdiri dari Syekh Siti Jenar yang tahun 1481 menggantikan Sunan Ampel (wafat 1517), Raden Faqih Sunan Ampel II yang ahun 1505 menggantikan kakak iparnya Sunan Giri, Raden Fattah (wafat 1518), Fathullah Khan (Falatehan), Sunan Kudus (wafat 1550), Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang (wafat 1525), Sunan Derajat (wafat 1533), dan Sunan Muria yang tahun 1513 menggantikan ayahnya Sunan Kalijaga.
Angkatan ke-6 (1533 - 1546 M), terdiri dari Syekh Abdul Qahhar (Sunan Sedayu) yang ahun 1517 menggantikan ayahnya Syekh Siti Jenar, Raden Zainal Abidin Sunan Demak yang tahun 1540 menggantikan kakaknya Raden Faqih Sunan Ampel II, Sultan Trenggana yang tahun 1518 menggantikan ayahnya yaitu Raden Fattah, Fathullah Khan (wafat 1573), Sayyid Amir Hasan yang tahun 1550 menggantikan ayahnya Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati (wafat 1569), Raden Husamuddin Sunan Lamongan yang tahun 1525 menggantikan kakaknya Sunan Bonang, Sunan Pakuan yang tahun 1533 menggantikan ayahnya Sunan Derajat, dan Sunan Muria (wafat 1551).
Angkatan ke-7 (1546- 1591 M), terdiri dari Syaikh Abdul Qahhar (wafat 1599), Sunan Prapen yang tahun 1570 menggantikan Raden Zainal Abidin Sunan Demak, Sunan Prawoto yang tahun 1546 menggantikan ayahnya Sultan Trenggana, Maulana Yusuf cucu Sunan Gunung Jati yang pada tahun 1573 menggantikan pamannya Fathullah Khan, Sayyid Amir Hasan, Maulana Hasanuddin yang pada tahun 1569 menggantikan ayahnya Sunan Gunung Jati, Sunan Mojoagung yang tahun 1570 menggantikan Sunan Lamongan, Sunan Cendana yang tahun 1570 menggantikan kakeknya Sunan Pakuan, dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos) anak Sayyid Amir Hasan yang tahun 1551 menggantikan kakek dari pihak ibunya yaitu Sunan Muria.
Angkatan ke-8 (1592- 1650 M), terdiri dari Syaikh Abdul Qadir (Sunan Magelang) yang menggantikan Sunan Sedayu (wafat 1599), Baba Daud Ar-Rumi Al-Jawi yang tahun 1650 menggantikan gurunya Sunan Prapen, Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) yang tahun 1549 menggantikan Sultan Prawoto, Maulana Yusuf, Sayyid Amir Hasan, Maulana Hasanuddin, Syekh Syamsuddin Abdullah Al-Sumatrani yang tahun 1650 menggantikan Sunan Mojoagung, Syekh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri yang tahun 1650 menggantikan Sunan Cendana, dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos).
Angkatan ke-1 (1404 – 1435 M), terdiri dari Maulana Malik Ibrahim (wafat 1419), Maulana Ishaq, Maulana Ahmad Jumadil Kubro, Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Maulana Malik Isra'il (wafat 1435), Maulana Muhammad Ali Akbar (wafat 1435), Maulana Hasanuddin, Maulana 'Aliyuddin, dan Syekh Subakir atau juga disebut Syaikh Muhammad Al-Baqir.
Angkatan ke-2 (1435 - 1463 M), terdiri dari Sunan Ampel yang tahun 1419 menggantikan Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq (wafat 1463), Maulana Ahmad Jumadil Kubro, Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Sunan Kudus yang tahun 1435 menggantikan Maulana Malik Isra’il, Sunan Gunung Jati yang tahun 1435 menggantikan Maulana Muhammad Ali Akbar, Maulana Hasanuddin (wafat 1462), Maulana 'Aliyuddin (wafat 1462), dan Syekh Subakir (wafat 1463).
Angkatan ke-3 (1463 - 1466 M), terdiri dari Sunan Ampel, Sunan Giri yang tahun 1463 menggantikan Maulana Ishaq, Maulana Ahmad Jumadil Kubro (wafat 1465), Maulana Muhammad Al-Maghrabi (wafat 1465), Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang yang tahun 1462 menggantikan Maulana Hasanuddin, Sunan Derajat yang tahun 1462 menggantikan Maulana ‘Aliyyuddin, dan Sunan Kalijaga yang tahun 1463 menggantikan Syaikh Subakir.
Angkatan ke-4 (1466 - 1513 M, terdiri dari Sunan Ampel (wafat 1481), Sunan Giri (wafat 1505), Raden Fattah yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Ahmad Jumadil Kubra, Fathullah Khan (Falatehan) yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Derajat, dan Sunan Kalijaga (wafat 1513).
Angkatan ke-5 (1513 - 1533 M), terdiri dari Syekh Siti Jenar yang tahun 1481 menggantikan Sunan Ampel (wafat 1517), Raden Faqih Sunan Ampel II yang ahun 1505 menggantikan kakak iparnya Sunan Giri, Raden Fattah (wafat 1518), Fathullah Khan (Falatehan), Sunan Kudus (wafat 1550), Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang (wafat 1525), Sunan Derajat (wafat 1533), dan Sunan Muria yang tahun 1513 menggantikan ayahnya Sunan Kalijaga.
Angkatan ke-6 (1533 - 1546 M), terdiri dari Syekh Abdul Qahhar (Sunan Sedayu) yang ahun 1517 menggantikan ayahnya Syekh Siti Jenar, Raden Zainal Abidin Sunan Demak yang tahun 1540 menggantikan kakaknya Raden Faqih Sunan Ampel II, Sultan Trenggana yang tahun 1518 menggantikan ayahnya yaitu Raden Fattah, Fathullah Khan (wafat 1573), Sayyid Amir Hasan yang tahun 1550 menggantikan ayahnya Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati (wafat 1569), Raden Husamuddin Sunan Lamongan yang tahun 1525 menggantikan kakaknya Sunan Bonang, Sunan Pakuan yang tahun 1533 menggantikan ayahnya Sunan Derajat, dan Sunan Muria (wafat 1551).
Angkatan ke-7 (1546- 1591 M), terdiri dari Syaikh Abdul Qahhar (wafat 1599), Sunan Prapen yang tahun 1570 menggantikan Raden Zainal Abidin Sunan Demak, Sunan Prawoto yang tahun 1546 menggantikan ayahnya Sultan Trenggana, Maulana Yusuf cucu Sunan Gunung Jati yang pada tahun 1573 menggantikan pamannya Fathullah Khan, Sayyid Amir Hasan, Maulana Hasanuddin yang pada tahun 1569 menggantikan ayahnya Sunan Gunung Jati, Sunan Mojoagung yang tahun 1570 menggantikan Sunan Lamongan, Sunan Cendana yang tahun 1570 menggantikan kakeknya Sunan Pakuan, dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos) anak Sayyid Amir Hasan yang tahun 1551 menggantikan kakek dari pihak ibunya yaitu Sunan Muria.
Angkatan ke-8 (1592- 1650 M), terdiri dari Syaikh Abdul Qadir (Sunan Magelang) yang menggantikan Sunan Sedayu (wafat 1599), Baba Daud Ar-Rumi Al-Jawi yang tahun 1650 menggantikan gurunya Sunan Prapen, Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) yang tahun 1549 menggantikan Sultan Prawoto, Maulana Yusuf, Sayyid Amir Hasan, Maulana Hasanuddin, Syekh Syamsuddin Abdullah Al-Sumatrani yang tahun 1650 menggantikan Sunan Mojoagung, Syekh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri yang tahun 1650 menggantikan Sunan Cendana, dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos).
MASJID DEMAK : Tempat berkumpul Para WALI
RUJUKAN :
Babad Tanah Jawi
Mantan Mufti Johor Sayyid `Alwî b. Tâhir b. `Abdallâh al-Haddâd (meninggal tahun 1962) juga meninggalkan tulisan yang berjudul Sejarah perkembangan Islam di Timur Jauh (Jakarta: Al-Maktab ad-Daimi, 1957). Ia menukil keterangan diantaranya dari Haji `Ali bin Khairuddin, dalam karyanya Ketrangan kedatangan bungsu (sic!) Arab ke tanah Jawi sangking Hadramaut.
Al-Jawahir al-Saniyyah oleh Sayyid Ali bin Abu Bakar Sakran
'Umdat al-Talib oleh al-Dawudi
Syams al-Zahirah oleh Sayyid Abdul Rahman Al-Masyhur
Menyingkap Misteri Pulau Besar oleh Ana Faqir
Babad Tanah Jawi
Mantan Mufti Johor Sayyid `Alwî b. Tâhir b. `Abdallâh al-Haddâd (meninggal tahun 1962) juga meninggalkan tulisan yang berjudul Sejarah perkembangan Islam di Timur Jauh (Jakarta: Al-Maktab ad-Daimi, 1957). Ia menukil keterangan diantaranya dari Haji `Ali bin Khairuddin, dalam karyanya Ketrangan kedatangan bungsu (sic!) Arab ke tanah Jawi sangking Hadramaut.
Al-Jawahir al-Saniyyah oleh Sayyid Ali bin Abu Bakar Sakran
'Umdat al-Talib oleh al-Dawudi
Syams al-Zahirah oleh Sayyid Abdul Rahman Al-Masyhur
Menyingkap Misteri Pulau Besar oleh Ana Faqir
Posted by Jamaluddin Abu Bakar at 10:15 PM
Labels: gambar wali sembilan, gambar wali songo, kisah wali sembilan, kisah wali songo, sejarah wali sembilan, sejarah wali songo, wali sanga, Wali sembilan, Wali Songo
Labels: gambar wali sembilan, gambar wali songo, kisah wali sembilan, kisah wali songo, sejarah wali sembilan, sejarah wali songo, wali sanga, Wali sembilan, Wali Songo
UMAT ISLAM TERBAGI 73 GOLONGAN
https://web.facebook.com/notes/pustaka-ilmu-sunni-salafiyah-ktb-piss-ktb/4574-tujuh-puluh-dua-golongan-islam-yang-masuk-neraka/1107058349316972/?hc_location=ufi
TERTAWA MENGERASKAN DAN MEMATIKAN HATI
TERTAWA MENGERASKAN DAN MEMATIKAN HATI
Oleh Muhammad Ilham pada 20 Agustus 2014 pukul 16:47
PERTANYAAN :
Izmeey Nursalamah
Assalamu'alaikum..ustadz/ustadzah mau tanya kenapa tertawa bisa mengeraskan hati??mohon jawabannya terimakasiih
JAWABAN :
> Ical Rizaldysantrialit
wa'alaikum salam Wr Wb
kitab Al-maqoshid al-hasanah fimaa isytaharo 'alal alsinah
(حديث مرفوع) حَدِيثٌ : " كَثْرَةُ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ " ، القضاعي من حديث برد بن سنان عن مكحول عن واثلة عن أبي هريرة به مرفوعا ، وللعسكري من حديث جعفر بن سليمان عن أبي طارق عن الحسن عن أبي هريرة رفعه : اتق المحارم تكن أعبد الناس ، وارض بما قسم اللَّه لك تكن أغنى الناس ، وأحسن إلى جارك تكن مؤمنا ، وأحب للناس ما تحب لنفسك تكن مسلما ، ولا تكثر الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب ، وهو عند ابن ماجه عن أبي هريرة بلفظ : لا تكثروا الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب ، وللديلمي من حديث إبراهيم بن أبي عيلة عن الوليد بن عبد الرحمن عن جبير بن نفير عن عبد اللَّه بن عمرو مرفوعا : عليكم بصلاة الليل ولو ركعة واحدة ، فإن صلاة الليل منهاة عن الإثم ، وتطفئ غضب الرب تبارك وتعالى ، وتدفع عن أهلها حر النار يوم القيامة ، وإن أبغض الخلق إلى اللَّه ثلاثة : الرجل يكثر النوم بالنهار ولم يصل من الليل شيئا ، والرجل يكثر الأكل ولا يسمي اللَّه على طعامه ولا يحمده ، والرجل يكثر الضحك من غير عجب ، فإن كثرة الضحك تميت القلب وتورث الفقر ، وللطبراني وابن لال من حديث أبي ذر أنه صلى اللَّه عليه وسلم قال له : يا أبا ذر أوصيك نتقوى اللَّه ، وذكر حديثا طويلا فيه : وإياك وكثرة الضحك وعليك بالصمت ، زاد في رواية عند غيرهما : قول جبريل : ما ضحكت منذ خلقت جهنم ، وسبق في : أكثروا ذكر هادم اللذات ، أنه صلى اللَّه عليه وسلم قاله لقوم مر بهم وهم يضحكون ويمرحون ، وسيأتي في : من كثر كلامه قول عمر : من كثر ضحكه قلت هيبته ، وقال عبد اللَّه بن ثعلبة : أتضحك ولعل كفتك قد خرج من القصار وأنت لا تدري ، وقال يحيى بن أبي كثير : قال سليمان بن داود عليهما السلام لابنه : يا بني لا تكثر الغيرة على أهلك فترمي بالشر من أجلك وإن كانت برية ، ولا تكثر الضحك فإن كثرة الضحك تسخف فؤاد الرجل الحليم قال : وعليك بالخشية فإنها غاية كل شيء ، وعن بشر بن الحارث الحافي أنه قال لرجل ضحك عنده : احذر يا ابن أخي لا يؤاخذك اللَّه على هذا ، وقال محمد بن عبد الرحمن بن أبي ليلى في قوله تعالى مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا سورة الكهف آية 49 قال : الصغيرة هي الضحك ، أوردها كلها البيهقي ، ومن كلماتهم : الضحك بلا سبب من قلة الأدب ، ولبعضهم : كلما أبديته مباحثة قابلني بالضحك والقهقهةْ إن كان ضحك المرء من فقهه فالذئب في الصحراء ما أفقهه .
Diriwayatkan abi hurairoh, Rosulullah bersabda :
- Jagalah/jauhi apa yang telah allah haramkan,niscaya engkau menjadi manusia ahli ibadah diantara manusia
- ridholah atas apa yang allah berikan padamu,niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya diantara manusia
- berbuat baiklah kepada tetanggamu,niscaya engkau menjadi mu'min sejati
- cintailah manusia/sesama seperti engkau mencintai dirimu sendiri,niscaya engkau menjadi muslim sejati
- janganlah engkau memperbanyak tertawa,karna banyak tertawa dapat mematikan hati dan mewariskan kefakiran.
============
mengapa tertawa menyebabkan keras hati ?salah satu wasiyat rosul mengatakan
الوصية الثالثة عشر : لا تكثر الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب .
الشرح : أى تضحك و لكن بقدر اى دليل الإستحسان او دليل الطرب بشىء و كان رسول اله صلى الله عليه و سلم يضحك و لكن بتبسم فقط و ليس بقهقهة لأن هناك اشياء تضحكة فعندما يبتسم يتذكر ما يقصر من اعمال فيبكى , وكيف يموت القلب ؟؟؟!!! يموت القلب إذا شغل بغير الله
karena lazimnya bila seseorang sedang tertawa ia lupa dzikir kepada allah,semakin banyak tertawa semakin jarang ia ingat kepada allah,belum lagi bila dalam obrolan yang menyebabkan tertawa ada istihza terhadap sesama.
CONTOH NAMA-NAMA ANAK LAKI-LAKI & PEREMPUAN
http://www.piss-ktb.com/2012/02/528-kumpulan-nama-nama-islami-ala-piss.html
MEMUTUSKAN TALI PERSAHABATAN KARENA SATU PERBEDAAN ?
MEMUTUSKAN TALI PERSAHABATAN KARENA SATU PERBEDAAN ?
Nasihat imam Syafi'i pada muridnya Yunus bin Abdil A'la:
يروى أن يونس بن عبد اﻷعلى - أحد طلاب اﻹمام الشافعي - اختلف مع اﻹمام محمد بن إدريس الشافعي في مسألة أثناء إلقائه درساً في المسجد. فقام يونس غاضباً وترك الدرس وذهب إلى بيته.
Diriwayatkan bahwa Yunus bin Abdil A'la, berselisih pendapat dengan sang guru, yaitu Imam Muhammad bin Idris Al Syafi'i saat beliau mengajar di Masjid. Hal ini membuat Yunus bangkit dan meninggalkan majelis itu dalam keadaan marah.
فلما أقبل الليل، سمع يونس صوتَ طرقٍ على باب منزله.
فقال يونس : مَنْ بالباب؟
قال الطارق : محمد بن إدريس.
قال يونس : فتفكرتُ في كل مَنْ كان اسمه محمد بن إدريس إلا الشافعي.
قال: فلما فتحتُ الباب ، فوجئتُ به.
فقال يونس : مَنْ بالباب؟
قال الطارق : محمد بن إدريس.
قال يونس : فتفكرتُ في كل مَنْ كان اسمه محمد بن إدريس إلا الشافعي.
قال: فلما فتحتُ الباب ، فوجئتُ به.
Disaat malam menjelang, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk. Ia berkata: "Siapa di pintu?"
Orang yang mengetuk menjawab, "Muhammad bin Idris." Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yang ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris yang ia kenal, kecuali Imam Asy Syafi'i. Saat ia membuka pintu, ia sangat terkejut dengan kedatangan sang guru besar, yaitu Imam Syafi'i.
Orang yang mengetuk menjawab, "Muhammad bin Idris." Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yang ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris yang ia kenal, kecuali Imam Asy Syafi'i. Saat ia membuka pintu, ia sangat terkejut dengan kedatangan sang guru besar, yaitu Imam Syafi'i.
فقال اﻹمام الشافعي: يا يونس تجمعنا مئاتُ المسائل، أتُفرّقُنا مسألة؟ فلا تحاول الانتصار في كل الاختلافات، فكثيراً ما يكون كسبُ القلوب أوْلى من كسب المواقف، ولا تهدم جسوراً بنيْتَها و عبرتَ عليها ، فربما تحتاجها للعودة يوماً ما.
Imam Syafi'i berkata, "Wahai Yunus, selama ini kita disatukan dalam ratusan masalah, apakah karena satu masalah saja kita harus berpisah? Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat. Terkadang, meraih hati orang lain itu lebih utama dari pada meraih kemenangan atasnya. Jangan pula engkau hancurkan jembatan yang telah kau bangun dan kau lewati di atasnya berulang kali, karena boleh jadi, kelak satu hari nanti engkau akan membutuhkannya kembali."
حاول دوماً أن تكره الخطأ ، ولا تكرهْ المخطئ. كنْ باغضاً للمعصية، وسامح العاصي، انتقد القولَ، ولكن احترم قائله، فمهمّتُنا في الحياة أن نقضي على الأمراض، لا على المرضى.
"Berusahalah dalam hidup ini agar engkau selalu membenci perilaku orang yang salah, tetapi jangan pernah engkau membeci orang yang melakukan kesalahan itu. Engkau harus marah saat melihat kemaksiatan, tapi berlapang dadalah atas para pelaku kemaksiatan. Engkau boleh mengkritik pendapat yang berbeda, namun tetap menghormati terhadap orang yang berbeda pendapat. Karena tugas kita dalam kehidupan ini adalah menghilangkan penyakit, dan bukan membunuh orang yang sakit."
فإذا أتاك المعتذر فاصفح، و إنْ جاءك المهمومُ ... فأنصتْ له ، و إنْ قصَدَك المحتاج فأعطه مما أعطاك الله، و إذا أتاك الناصح فاشكره ، و حىا. لو حصدتَ شوكاً يوماً ما ، فكنْ للورد زارعاً و لا تتردد، فالجزاء عند الودود الكريم أجزل من جزاء البشر.
"Maka apabila ada orang yang datang meminta maaf kepadamu, maka segera maafkan. Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluhannya. Apabila datang orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya sesuai dengan apa yang Allah berikan kepadamu. Apabila datang orang yang menasehatimu, maka berterima kasihlah atas nasehat yang ia sampaikan kepadamu. Bahkan seandainya satu hari nanti engkau hanya menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanam bunga. Karena sesungguhnya balasan yang dijanjikan oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Dermawan jauh lebih baik dari balasan apapun yang mampu diberikan oleh manusia."
اللهم اجعلنا ممن يستمع الاقوال فيتبعون أحسنه. آمين يارب
Langganan:
Postingan (Atom)
7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI
7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI Dalam Kitab Qotrul Ghois Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang d...
-
NADHOMAN TAREKH NABI Muhammad SAW ; NABI URANG SAREREA *BismillaahirRohmaanirRohiim* 1 Nabi urang saréréa, Kangjeng Nabi anu mulya, ...
-
7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI Dalam Kitab Qotrul Ghois Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang d...
-
📌 *Kitab-kitab yang sering dikaji beserta syarahnya.* 📚 *Nahwu Shorof* 📚 1. *Alfiyah Ibn Malik* https://drive.google.com/drive/folders/...
