Minggu, 22 September 2024

Pengurus Pusat AGPAII Guru PAI


 

KEUTAMAAN TAUHID BAGI IKHWAN THORIQOH

 KEUTAMAAN TAUHID BAGI IKHWAN THORIQOH


Bagian 1


Orang yg bertauhid kepada Allah SWT memiliki banyak keutamaan, antara lain:


1. Orang yg bertauhid kepada Allah akan dihapus dosa-dosanya.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits qudsi, dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi berfirman:


…يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً.


‘…Wahai bani Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, sedangkan engkau ketika mati tidak menyekutukan Aku sedikit pun juga, pasti Aku akan berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula.’”


2. Orang yang bertauhid kepada Allah Azza wa Jalla akan mendapatkan petunjuk yg sempurna, dan kelak di akhirat akan mendapatkan rasa aman.

Allah Azza wa Jalla berfirman:


ذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ


“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk. ” [Al-An’aam: 82]


Di antara permohonan kita yg paling banyak adalah memohon agar ditunjuki jalan yg lurus:


اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ


“Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka.” [Al-Faatihah: 6-7]


Yaitu jalannya para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang yang shalih.

Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:


وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا


“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-(Nya), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yg dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baik-nya.” [An-Nisaa': 69]

Kita juga memohon kepada Allah SWT agar terhindar dari jalan orang-orang yg dimurkai Allah dan jalan orang-orang yg sesat, yaitu jalannya kaum Yahudi dan Nasrani.


3. Orang yg bertauhid kepada Allah Azza wa Jalla akan dihilangkan kesulitan dan kesedihannya di dunia dan akhirat.

Allah Azza wa Jalla berfirman:


وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًاوَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ


“…Barangsiapa yg bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka…” [Ath-Thalaq : 2-3]


Seseorang tidak dikatakan bertakwa kepada Allah kalau dia tidak bertauhid. Orang yang bertauhid dan bertakwa akan diberikan jalan keluar dari berbagai masalah hidupnya.


4. Orang yg mentauhidkan Allah, maka Allah akan menjadikan dalam hatinya rasa cinta kepada iman dan Allah akan menghiasi hatinya dengannya serta Dia menjadikan di dalam hatinya rasa benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.

Allah Azza wa Jalla berfirman:


وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِّنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ


“…Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan (iman itu) indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” [Al-Hujurat: 7]


Bersambung


15/9/2024/ 16.17

Penyadur alfaqier 

GUS ENDRO DIPONEGORO


KEUTAMAAN TAUHID BAGI IKHWAN THORIQOH


Bagian 2..


Tauhid merupakan satu-satunya sebab untuk mendapatkan ridha Allah, dan orang yg paling bahagia dgn syafa’at Nabi Muhammad SAW adalah orang yg mengatakan لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ dgn penuh keikhlasan dari dalam hatinya.


Orang yg bertauhid kepada Allah SWT dijamin masuk Surga.


من قال لا إله إلا الله، وكفر بما يُعبد من دون الله، حرم ماله ودمه، وحسابه على الله

Barang siapa yg mengucapkan tidak ada Tuhan (yg haqq disembah) kecuali Allah, dan ia mengingkari segala bentuk penyembahan kepada selain Allah, maka diharamkan harta dan darahnya, dan perhitungannya atas Allah. (HR. Muslim)


Dalam kitab Fathul Madjid disebutkan bahwa kalimat tauhid ini tidak hanya sekedar ucapan lisan, tetapi perlu dibenarkan oleh hati dan ditunjukkan dgn perbuatan yg jauh dari kesyirikan dan amalan yg penuh dgn keikhlasan. Atau dgn kata lain, tauhid perlu didasari oleh ilmu, keimanan, keyakinan dan keikhlasan. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW,


من مات وهو يعلم أنه لا إله إلا الله دخل الجنة

Barang siapa yg mati dan ia mengetahui bahwa tidak ada Tuhan (yg haqq) disembah kecuali Allah, maka dimasukkan ke dalam surga (HR. Muslim)


Dan hadits,


فإن الله حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله

Dan sesungguhnya Allah mengharamkan atas mereka neraka, barang siapa yg mengatakan tidak ada Tuhan (yg haqq) disembah kecuali Allah yg dengannya ia mencari wajah Allah (HR. Bukhari Muslim)


Orang yang bertauhid akan diberikan oleh Allah SWT kemenangan, pertolongan, kejayaan dan kemuliaan.


Allah Azza wa Jalla berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ


“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” 

[Muhammad: 7]


Allah Azza wa Jalla berfirman:


وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ


“Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu apapun. Tetapi barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An-Nuur: 55]


[16/9/2024: 21.55] 

PRNYADUR ALFAQIER GUS ENDRO DIPONEGORO


KEUTAMAAN TAUHID BAGI IKHWAN THORIQOH


Bagian 3


Orang yg bertauhid kepada Allah Azza wa Jalla akan diberi kehidupan yg baik di dunia dan akhirat.


Allah Azza wa Jalla berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yg mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dlm keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yg baik dan akan Kami beri balasan kpd mereka dgn pahala yg lebih baik dari apa yg telah mereka kerjakan.” [An-Nahl : 97]


Lewat tauhid akan mencegah seorang muslim kekal di Neraka.


Rasulullah SAW bersabda:


يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ، ثُمَّ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: أَخْرِجُوْا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيْمَانٍ، فَيُخْرَجُوْنَ مِنْهَا قَد ِاسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهْرِ الْحَيَاءِ -أَوِ الْحَيَاةِ، شَكَّ مَالِكٌ- فَيَنْبُتُوْنَ كَمَا تَنْبُتُ الْحَبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ، أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً؟


“Setelah penghuni Surga masuk ke Surga, dan penghuni Neraka masuk ke Neraka, maka setelah itu Allah Azza wa Jalla pun berfirman, ‘Keluarkan (dari Neraka) orang-orang yg di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi iman!’ Maka mereka pun dikeluarkan dari Neraka, hanya saja tubuh mereka sudah hitam legam (bagaikan arang). Lalu mereka dimasukkan ke sungai kehidupan, maka tubuh mereka tumbuh (berubah) sebagaimana tumbuhnya benih yg berada di pinggiran sungai. Tidakkah engkau perhatikan bahwa benih itu tumbuh berwarna kuning dan berlipat-lipat?”


Orang yg bertauhid kpd Allah Azza wa Jalla delgn ikhlas, maka amal yg sedikit itu akan menjadi banyak.


Allah Azza wa Jalla berfirman:


الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ


“Yang menciptakan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yg lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” [Al-Mulk : 2]


Dalam ayat yg mulia tersebut, Allah Azza wa Jalla menyebutkan dgn “amal yg baik”, tidak dgn “amal yg banyak”. Amal dikatakan baik atau shalih bila memenuhi 2 syarat, yaitu: (1) Ikhlas, dan (2) Ittiba’ (mengikuti contoh) Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ pada hari Kiamat lebih berat dibandingkan langit dan bumi dengan sebab ikhlas.



KEUTAMAAN TAUHID BAGI IKHWAN THORIQOH


Bagian 4


DZIKIR NAFI ISBAT


Dzikir nafi isbat yaitu dzikir dengan mengucapkan.

"Laa Ilaaha Illallah” (Laa Ilaaha = Nafi, meniadakan Tuhan-Tuhanan lain.Illallah = Isbat, menetapkan Allah saja sebagai Tuhan). 

Makna kalimat tauhid itu adalah tiada Tuhan selain Allah. Jelasnya ada lima makna dari kalimat itu : 

1, tidak ada yg berhak disembah kecuali Allah.

2, tidak ada yg dituju kecuali Allah

3, tidak ada yg dicari kecuali Allah.

4, tidak ada yg wujud di alam ini kecuali Allah.

5, tidak ada yg dicintai kecuali Allah.

Sabda Rasulullah Saw lafal dzikir yg paling utama adalah dzikir Laa Ilaha Illallah sebagaimana sabdanya,


اَفْضَلُ مَاقُلْتُ اَناَ وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبِلِي لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ

Yang paling utama apa yg saya ucapkan dan yg diucapkan para nabi sebelum aku adalah Laa Ilaaha Illallah Wahdahuu Laa Syariikalah

(Tiada Tuhan selain Allah dengan Maha Esanya dan tiada sekutu bagi-Nya).”


Rasulullah saw bersabda,

“Siapa yg mengucapkan ‘Laa Ilaaha illallah Wahdahuu Laa Syariikalah Lahul Mulku Walahul Hamdu Wahuwa Alaa Kulli Syai’in Qadiir’ 

(tiada Tuhan selain Allah dengan Esa-Nya tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu) 

dibaca setiap hari sebanyak 100 kali, maka kebaikannya menandingi atau sebanding dengan memerdekakan 10 budak, dan dicatat untuknya kebaikan 100 macam, dan 100 macam kejelekannya dihapus. 

Di samping itu dia bebas dari godaan syetan pagi harinya sampai sore. 

Dan seorang pun tidak bisa mengungguli amalannya kecuali orang yang membaca kalimat itu lebih banyak darinya.”


Pelaksanaan dzikir Laa Ilaaha Illallah itu harus memakai cara dan teori yg diajarkan oleh mursyid dan maka hrs lebih dahulu ditalkin oleh mursyid dan mengikuti kajian tauhid yg diselenggarakan di majlis bersama mursyid.. 

Cara yg telah diajarkan oleh Rasulullah saw kepada sayyidina Ali dalam sebuah hadis sebagai berikut:

Sayyidina Ali bertanya. Bagaimana aku berzikir Ya Rasulullah? Maka Rasulullah menjawab. 

Caranya, pejamkan kedua matamu dan dengarkanlah dari aku sebanyak 3 kali, dan ucapkanlah seperti apa yg aku ucapkan, waktu engkau mengucapkan itu, aku mendengar, 

maka Rasulullah saw mengucapkan

 ‘Laa Ilaaha Illallah’ sebanyak 3 kali, dengan kedua mata terpejam. 

Kemudian sayyidina Ali mengucapkan seperti apa yg dilakukan oleh Rasulullah saw.


 ALFAQIER GUS ENDRO DIPONEGORO:

 1.Pengurus Idaroh Wustho JATMAN

  جمعية أهل الطريقة المعتبرة النهضية,

/Jam‘iyyah Ahl al-Ṭarīqah al-Mu‘tabarah al-Nahḍiyyah) Prov.Lampung.

2.IKHWAN TQN PONDOK PESANTREN ARAFAH LAMPUNG

Minggu, 15 September 2024

Kitab Hikam : Hikmah ke 1

 مِنْ عَلَا مَاتِ الْإِعْتِمَادِعَلَى الْعَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَوُجُوْدِ الزَّلَلِ

“Di antara tanda-tanda bahwa seseorang bertumpu pada kekuatan amal usahanya ialah kurangnya pengharapan (terhadap rahmat anugerah Allah) ketika terjadi padanya suatu kesalahan atau dosa.”

Inti : "Semangat tinggi dan ketangguhan"

Link yt kitab rohbiyah

https://youtube.com/playlist?list=PLkDexBYeLVXD2wNFEZqHDiMthMHs5MJKD&si=wLXzrwF70gkzGpVt

https://youtu.be/7F7HwiJdmuo?si=DO9_9QA4dVaU67-K

Sabtu, 07 September 2024

Kitab-kitab yang sering dikaji beserta syarahnya

 📌 *Kitab-kitab yang sering dikaji beserta syarahnya.*


📚 *Nahwu Shorof* 📚

1. *Alfiyah Ibn Malik* 

https://drive.google.com/drive/folders/12cUTCJseKyCWNkM-uDwpdsYXV9Adq0g8


2. *Jurumiyah* 

https://drive.google.com/drive/folders/12ZOUXJnvRwtsFowXBd3gNZeuMEE5FjZE


3. *Malhatul I'rab* 

https://drive.google.com/drive/folders/16QBSp4rNYkK3UgTeInfnse0ZAYap4Nvx


4. *Nazhom Maqshud* 

https://drive.google.com/drive/folders/1YKPstSSc_swyvymOJKpWpPKWZIHa_P2R


📚 *Ushul Fiqh* 📚

5. *Jam'ul Jawami* 

https://drive.google.com/drive/folders/1zll-o1WfEvDYVK8do9XbkGasqOcF6dtM


6. *Waraqat* 

https://drive.google.com/drive/folders/14kO8yg2Jj4-hZnkpNzYBUZSmjFAn5Del


📚 *Fiqh* 📚

7. *Minhajut Thalibin* 

https://drive.google.com/drive/folders/14yHWtaWQieAWhTkIUvTG0nodEQ4DN35c


8. *Matan Taqrib*

https://drive.google.com/drive/folders/10oCoXEXlIkLF8ZAO_GGzMtXgSfhzboYM


9. *Safinatun Najah* 

https://drive.google.com/drive/folders/10gOMNNJwx7e7z0H-PEhmKgNuVOZGfIkL


10. *Muqaddimah Hadramiyyah* 

https://drive.google.com/drive/folders/13qL7CoqB1H0BRjCh9jB0cUdxwhi0uExS


📚 *Tafsir* 📚

11. *Tafsir Jalalain* 

https://drive.google.com/drive/folders/1-Hqamr2UC24uDBtEh8WRsChJnHGJWxUt


📚 *Sirah Nabawi* 📚

12. *Nurul Yaqin* 

https://drive.google.com/drive/folders/11P4TVd7FOnPjgTdjK7AzmadhAm1DiVcO


📚 *Ahlak* 📚

13. *Ahlak lil Banin* 

https://drive.google.com/drive/folders/16_aETWAubwnPkREK0FLaCJ_3yKaAjB4p


14. *Ahlak lil Banat* 

https://drive.google.com/drive/folders/1706eNw15B_eKx9pI73BUPd4ReWdhx4ix


📚 *TAJWID* 📚

15. *Jazariyah* 

https://drive.google.com/drive/folders/10pHQr6ShTsH42lhjlaZ0lCx6PlmVY2_w


16. *Tuhfatul Athfal* 

https://drive.google.com/drive/folders/10rCY6SBNnW3DpIJjtm9ZKVbk9sstZbUi


📚 Tasawuf 📚

17. *Ihya Ulumiddin* 

https://drive.google.com/drive/folders/11vQz6xEgwaIND0HsoAXfu3oVnQLWUP6H


18. *Matan Hikam* 

https://drive.google.com/drive/folders/11n1GkdM0NlZI3iesF96zvO-s-Bk9JfF0


19. *Riyadhus Sholihin* 

https://drive.google.com/drive/folders/13PuY7v5rTZr8-MS-5cIDN8uwZ89sKDjs

Tafsir Al kabir atau Mafatihul ghoib

 https://maktabahazzaen.my.id/2022/01/16/%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%81%d8%b3%d9%8a%d8%b1-%d8%a7%d9%84%d9%83%d8%a8%d9%8a%d8%b1/

QS. Yunus ayat 58 dalil maulid nabi, : bahagia dengan Fadol & Rahmat Allooh, maulid nabi


Qur'an Suroh Yunus · Ayat 58
Tafsir jalalain : hal 176
Tafsir showi juz 2 hal 193
Tafsir Ibnu Katsir juz 2 hal 198
Tafsir Mafatihul ghoib juz 9 hal 108






قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ۝٥٨

qul bifadllillâhi wa biraḫmatihî fa bidzâlika falyafraḫû, huwa khairum mimmâ yajma‘ûn

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”


Dalil Perayaan Maulid Nabi 


Di antara dalil perayaan maulid Nabi Muhammad SAW adalah firman Allah:

 قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ 

Katakanlah, dengan anugerah Allah dan rahmatNya (Nabi Muhammad SAW) hendaklah mereka menyambut dengan senang gembira. (QS.Yunus: 58) 

Ayat ini menganjurkan kepada umat Islam agar menyambut gembira anugerah dan rahmat Allah. Terjadi perbedaan pendapat di antara ulama dalam menafsiri الفضل dan الرحمة. Ada yang menafsiri kedua lafadz itu dengan Al-Qur’an dan ada pula yang memberikan penafsiran yang berbeda. Abu Syaikh meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa yang dimaksud dengan الفضل adalah ilmu, sedangkan الرحمة adalah Nabi Muhammad SAW. 

Pendapat yang masyhur yang menerangkan arti الرحمة dengan Nabi SAW ialah karena adanya isyarat firman Allah SWT yaitu:

 وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ 

Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Ambiya’:107).[Abil Fadhol Syihabuddin Al-Alusy, Ruhul Ma’ani, juz 11, halaman: 186]

Menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani bergembira dengan adanya Nabi Muhammad SAW ialah dianjurkan berdasarkan firman Allah SWT pada surat Yunus ayat 58 di atas. [Sayyid Muhammad al-Maliki al-Hasani, Ikhraj wa Ta’liq fi Mukhtashar Sirah An-Nabawiyah, halaman: 6-7] 

Dalam kitab Fathul Bari karangan al- Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani diceritakan bahwa Abu Lahab mendapatkan keringanan siksa tiap hari senin karena dia gembira atas kelahiran Rasulullah SAW. Ini membuktikan bahwa bergembira dengan kelahiran Rasulullah memberikan manfaat yang sangat besar, bahkan orang kafirpun dapat merasakannya. [Ibnu hajar, Fathul Bari, juz 11, halaman: 431] 

Riwayat senada juga ditulis dalam beberapa kitab hadits di antaranya Shahih Bukhari, Sunan Baihaqi al-Kubra dan Syi`bul Iman. [Maktabah Syamilah, Shahih Bukhari, juz 7, halaman: 9, Sunan Baihaqi al-Kubra, juz 7, halaman: 9, Syi`bul Iman, juz 1, halaman: 443].


Penyadur Alfaqier G.E.Dip


Abu Lahab, setiap malam senin dia diberikan keringan siksaan oleh Allah lantaran di saat dia mendapat khabar bahwa keponakannya telah dilahirkan, Abu Lahab merasa gembira, senang, bahagia atas kabar yang diterimanya itu. Lalu diapun memerdekaan Tsuwaibatul Aslamiyyah. Ibarotnya ada di kitab madariju su'ud :

وأرضعته صلى الله عليه وسلم أمه أياما ثم أرضعته ثويبة الأسلمية التى أعتقها أبو لهب حين وافته أى أتت أبالهب عند ميلاده أى بعد ولادته عليه الصلات والسلام ببشراه أى ببشارتها اياه به صلى الله عليه وسلم فقالت له أشعرت أن آمنة ولدت غلاما لأخيك عبد الله فقال لها اذهبى فأنت حرة أى والصحيح ان أبالهب أعتقها فى الحال عتقا منجزاثم جعلها ترضعه صلى الله عليه وسلم فخفف الله عنه من عذابه كل ليلة اثنين جزاء لفرحه فيها بمولده صلى الله عليه وسلم أوجزاء لامره لها بارضاعه صلى الله عليه وسلم

وقد روى ان أخاه العباس رآه بعد سنة من موته فقال ماحالك قال فى عذاب اﻻ أنه يخفف عنى فى كل ليلة اثنين وأمص من بين أصبعى ماء بقدر هذا وأشار الى نقرة ابهامه وان ذلك باعتاقى لثويبة عند ما بشرتنى بولادة محمد صلى الله عليه وسلم وبأمرى بارضاعها له

Keringanan siksa Abu Lahab setiap hari senin. Riwayat di atas termaktub dalam :

1. Shahih Bukhari juz VI halaman 125, cetakan Daar Al Fikr tahun 1401 H – 1981 M / 1/591, maktabah syamilah, lafazhnya sbb :

قَالَ عُرْوَةُ وثُوَيْبَةُ مَوْلَاةٌ لِأَبِي لَهَبٍ كَانَ أَبُو لَهَبٍ أَعْتَقَهَا فَأَرْضَعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا مَاتَ أَبُو لَهَبٍ أُرِيَهُ بَعْضُ أَهْلِهِ بِشَرِّ حِيبَةٍ قَالَ لَهُ مَاذَا لَقِيتَ قَالَ أَبُو لَهَبٍ لَمْ أَلْقَ بَعْدَكُمْ خَيْرًا غَيْرَ أَنِّي سُقِيتُ فِي هَذِهِ بِعَتَاقَتِي ثُوَيْبَةَ

2. ‘Arf ut-Ta’rif bil Maulidisysyarif halaman 21, karya al hafzih al Jazari, lafazhnya sbb :

وَقَدْ رُوِيَ أَنَّ أَبَا لَهَبٍ رُؤِيَ بَعْدَ مَوْتِهِ فِي النَّوْمِ ، فَقِيْلَ لَهُ : مَا حَالُكَ ، فَقَالَ فِي النَّارِ ، إِلَّا أَنَّهُ يُخَفَّفُ عَنِّيْ كُلَّ لَيْلَةِ اثْنَيْنِ وَأَمُصُّ مِنْ بَيْنَ أَصْبُعِيْ مَاءً بِقَدْرِ هَذَا – وَأَشَارَ إِلَى نُقْرَةِ إِبْهَامِهِ - وَأَنَّ ذَلِكَ بِإِعْتَاقِيْ لِثُوَيْبَةَ عِنْدَمَا بَشَّرَتْنِيْ بِوِلَادَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِإِرْضَاعِهَا لَهُ .

3. Al Bidayah wannihayah juz III halaman 407, karya al hafizh Ibnu Katsier, lafazhnya sbb :

وذكر السهيلي وغيره : إن الرائي له هو أخوه العباس وكان ذلك بعد سنة من وفاة أبي لهب بعد وقعة بدر ، وفيه أن أبا لهب قال للعباس : إنه ليخفف علي في مثل يوم الاثنين قالوا : لأنه لما بشرته ثويبة بميلاد ابن أخيه محمد بن عبد الله أعتقها من ساعته فجوزي بذلك لذلك

Catatan :

Al hafizh Ibnu Hajar dalam Fat_hul Bari juz IX halaman 146 berkata :

وتتمة هذا أن يقع التفضل المذكور اكراما لمن وقع من الكافر البر له ونحو ذلك والله أعلم

Al Hafizh Ibnul Jazari dalam kitab ‘Arf ut-Ta’rif bil Maulidisysyarif halaman 21, berkata :

إِذَا كَانَ أَبُوْ لَهَبٍ اَلْكَافِرُ الَّذِيْ نَزَلَ الْقُرْآنُ بِذَمِّهِ جُوْزِيَ فِي النَّارِ بِفَرْحِهِ لَيْلَةَ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَمَا حَالُ الْمُسْلِمِ الْمُوَحِّدِ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَرُّ بِمَوْلِدِهِ وَيَبْذُلُ مَا تَصِلُ إِلَيْهِ قُدْرَتُهُ فِيْ مَحَبَّتِهِ ؛ لَعَمْرِيْ إِنَّمَا يَكُوْنُ جَزَاؤُهُ مِنَ اللهِ الْكَرِيْمِ أَنْ يُدْخِلَهُ بِفَضْلِهِ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ

Wallaahu A'lam.

Senin, 02 September 2024

Rabu wekasan



 TENTANG ANJURAN SHOLAT RABU WEKASAN  (SHOLAT LIDAF'IL BALA' ATAU SHOLAT TOLAK BALA')


Sebagian para ulama mengatakan bahwasanya setiap tahun pada akhir Rabu bulan shafar Allah SWT menurunkan 320.000 ribu bala,cobaan, musibah, ada yang mengatakan  820.000 ribu Bala,cobaan, musibah.

Mari kita sama - sama di hari itu Memperbanyak kebaikan, seperti Sodakoh,jariyyah, infak, ,tahmid,tahlil,istigfar, baca Al quran, solat, berdoa untuk pribadi,nusa,bangsa khusus agama.

  juga barang siapa yang shalat empat raka'at dihari itu, insya Allah dijauhkan dari Mala petaka dan Musibah aamiin aamiin aamiin ya rabbal aalamiin...


عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال ؛ قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلّم : " مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ يُصَلُّوْنَ فِيْ آخِرِ الْأَرْبِعَاءِ مِنْ صَفَرَ إِلاَّ نَجَّاهُمُ اللّٰهُ مِنَ الْكَوَارِثِ (هذا الحديث حسن )


←اَلْكَوَارِثُ اي اَلْبَلَايَا


Artinya : Dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda :" Tidaklah berkumpul suatu kaum mereka shalat dihari akhir Rabu dari bulan Shafar terkecuali Allah SWT menyelamatkan mereka dari malapetaka-malapetaka/musibah2".


1. ذكر بعض العارفين من اهل الكشف والتمكين انه ينزل في كل سنة ثلاثمائة الف بلية وعشرين الفا من البليات وكل ذلك في يوم الاربعاء الاخير من صفر فيكون ذلك اليوم اصعب ايام السنة. 

Artinya : Diantara para ulama arifiin dan ahli mukasafah berkata Sesungguhnya Allah SWT menurunkan di hari terahir Rabu dari bulan Shafar 320.000 Bala,Malapetaka ( Musibah ) jadi itu hari yang paling rawan,di hawatirkan. 


واللّفظ للقضاعي من طريق ابن زكريا عن يحيى بن عياض عن أبي الدبّوس عن صالح بن أبي زكريا بن شميل عن أبيه عن جدّه قال ؛ قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلّم : " إِنَّ اللّٰهَ يُنْزِلُ فِيْ آخِرِ أَرْبِعَاءَ مِنْ صَفَرَ ثَمَانَمِائَةِ أَلْفٍ وَعِشْرِيْنِ مِنَ الْبَلاَيَا فَمَنْ صَلَّى صَلَاتَهُ عَصَمَهُ اللّٰهُ مِنَ الْبَلاَيَا" (في رواية الإمام عبد الرزّاق في المسند ج ٢ ص: ٢٠٧ والإمام إبن زيد بن علي في المسند ج ١ ص: ٣٤ والقضائي في التّاريخ ج ٩ ص: ٢٠٣ ، أخرجاه شيخنا رضي اللَّه عنه أو كما قال) 


Artinya : Lafadz hadits ini dari Imam Al Qudha'i dari jalan sanad Thariq bin Zakariya dari Yahya bin 'Iyadz dari Abi Ad Dabbus dari Shalih bin Abi Zakariya bin Syumail Dari Ayahnya dari Kakeknya berkata, Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda : " Sesungguhnya Allah SWT menurunkan dihari akhir Rabu dari bulan Shafar 820.000 ribu dari bala' (musibah), Barangsiapa yang shalat dihari Rabu itu maka Allah SWT menjaganya dari pada bala'-bala' dan bencana-bencana/ malapetaka/musibah" (Diriwayatkan Imam Abdur Razzaq didalam Musnad Juz 2 hal: 208, dan Imam Ibnu Zaid bin Ali didalam Musnad Juz 1 hal: 34 dan Al Imam Al Qudha'i didalam Kitab Tarikh Juz 9  hal: 203).


Didalam sebuah hadits lain yang diriwayatkan oleh Sayyidatuna Fathimah Ra. bahwa Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam bersabda: 


مَنْ صَلىَّ لَيْلَةَ اْلأَرْبِعَاءِ رَكْعَتَيْن

ِ يَقْرَاءُ فِى اْلأُوْلَى فَاتِحَةَ اْلكِتَابِ وَقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ اْلفَلَقْ عَشْرَ مَرَّاتٍ وَفِى الثَّانِيَّةِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ عَشْرَ مَرَّاتٍ ثُمَّ إِذَا سَلَمَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ عَشْرَمَرَّاتٍ ثُمَّ يُصَليِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَشْرَمَرَّاتٍ نَزَل َمِنْ كُلِّ سَمَاءٍ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ يَكْتُبُوْنَ ثَوَابَهُ إِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ 


Artinya :"Barangsiapa yang berkenan mengerjakan shalat 2 rakaat di malam Rabu, pada rakaaat pertama membaca surat al-Fatihah dan al-Falaq 10 kali dan pada rakaat kedua membaca al-Fatihah dan an-Nas 10 kali, kemudian setelah salam membaca istighfar 10 kali dan shalawat 10 kali maka 70 malaikat turun dari langit yang bertugas mencatatkan pahalanya sampai hari kiamat."


TATACARA PELAKSANAANNYA ADALAH:

Niat shalatnya adalah shalat sunnah  mutlak 4 raka'at, atau bisa dengan niat shalat Li daf'il bala' 4 raka'at satu kali salam boleh, tanpa tahiyyatul awwal, dua kali salam juga boleh, di antara bacaan usolinya.


أُصَلِّى سُنَّةً لِدَفْعِ اْلبَلاَء أْرْبَعَ رَكَعَاتٍ إِمَاًمًا \مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى أَللهُ أَكْبَرْ .

Atau.

اُصلي سنة المطلق اربع ركعات اماما / ماموما لله تعالي

الله اكبر .


"Aku niat shalat sunnah sebanyak empat raka'at agar dijauhkan dari malapetaka karena Allah Ta’ala .


Setelah selesai membaca al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat membaca surat al-Kautsar 17 kali, surat al-Ikhlas 5 kali dan surat al-Mu’awwidzatain 1 kali.


Lalu membaca doa shalat sunnah Rebo Wekasan sebagai berikut:


أَللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ اْلقَوِىِّ وَيَاشَدِيْدَ اْلمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّلْتَ بِعِزَّتِكَ جَمِيْعَ خَلْقِكَ إِكْفِنِىْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَامُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ أَللَّهُمَّ بَسِّرْ اْلحَسَنَ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ إِكْفِنِىْ شَرَّ هَذَا اْليَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ اْلبَلِيَاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّابِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ   اَللَّهُمَّ إِعْصِمْنَا مِنْ جَهْدِ اْلبَلاَءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ اْلقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ اْلأَعْدَاءِ وَمَوْتِ اْلفُجْأَةِ وَمِنْ شَرِّ السَّامِ وَالْبَرْسَامِ وَالْحُمَى وَاْلبَرَصِ وَاْلجُذَامِ وَاْلأَسْقَامِ وَمِنْ جَمِيْعِ اْلأَمْرَاضِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى َسِّيدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ .


Menurut sebagian ulama' Al Arif Billah: "Bala' atau malapetaka yang ditakdirkan oleh Allah Swt akan terjadi selama satu tahun itu semuanya diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia pada malam atau hari Rabu terakhir bulan Shafar. Maka barangsiapa yang bersedia menulis 7 ayat di bawah ini kemudian dilebur dengan air lalu diminum, maka orang tersebut akan dijauhkan dari malapetaka. Ayatnya adalah sebagai berikut:


سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ , سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ , سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ , سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ , سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ , سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ 

                   ( peringatan)

Ingat Azimah ini /Ayat ini tidak akan memberi keberkahan,kemanfaatan pada kita,  tapi yang memberkan  keberkahan dan kemanfaatan kepada kitatu adalah Allah SWT.


Semoga kita semuanya di jaga di lindungi dan dihindarkan oleh Allah SWT dari berbagai macam musibah dan bencana aamiin aamiin aamiin ya rabbal aalamiin bisirri asrari Al Fatihah...


keterangan ini juga di terangkan dalam kitab.

1. كتاب فتح الملك المجيد

2. جواهر الخامس جلد 2

3. مشكات الانوار جلد 3 

4. الاتحاف جلد         1

والله اعلم بالصواب، نرجو منكم

 واصلح الفساد بتاُمل # وان بديهة فلا تبدل.


katampi ti PANGERSA SYAIKHONA APA KH MA'SUM AHMAD HASAN

7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI

 7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI Dalam Kitab Qotrul Ghois Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang d...