Senin, 02 September 2024

Rabu wekasan



 TENTANG ANJURAN SHOLAT RABU WEKASAN  (SHOLAT LIDAF'IL BALA' ATAU SHOLAT TOLAK BALA')


Sebagian para ulama mengatakan bahwasanya setiap tahun pada akhir Rabu bulan shafar Allah SWT menurunkan 320.000 ribu bala,cobaan, musibah, ada yang mengatakan  820.000 ribu Bala,cobaan, musibah.

Mari kita sama - sama di hari itu Memperbanyak kebaikan, seperti Sodakoh,jariyyah, infak, ,tahmid,tahlil,istigfar, baca Al quran, solat, berdoa untuk pribadi,nusa,bangsa khusus agama.

  juga barang siapa yang shalat empat raka'at dihari itu, insya Allah dijauhkan dari Mala petaka dan Musibah aamiin aamiin aamiin ya rabbal aalamiin...


عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال ؛ قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلّم : " مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ يُصَلُّوْنَ فِيْ آخِرِ الْأَرْبِعَاءِ مِنْ صَفَرَ إِلاَّ نَجَّاهُمُ اللّٰهُ مِنَ الْكَوَارِثِ (هذا الحديث حسن )


←اَلْكَوَارِثُ اي اَلْبَلَايَا


Artinya : Dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda :" Tidaklah berkumpul suatu kaum mereka shalat dihari akhir Rabu dari bulan Shafar terkecuali Allah SWT menyelamatkan mereka dari malapetaka-malapetaka/musibah2".


1. ذكر بعض العارفين من اهل الكشف والتمكين انه ينزل في كل سنة ثلاثمائة الف بلية وعشرين الفا من البليات وكل ذلك في يوم الاربعاء الاخير من صفر فيكون ذلك اليوم اصعب ايام السنة. 

Artinya : Diantara para ulama arifiin dan ahli mukasafah berkata Sesungguhnya Allah SWT menurunkan di hari terahir Rabu dari bulan Shafar 320.000 Bala,Malapetaka ( Musibah ) jadi itu hari yang paling rawan,di hawatirkan. 


واللّفظ للقضاعي من طريق ابن زكريا عن يحيى بن عياض عن أبي الدبّوس عن صالح بن أبي زكريا بن شميل عن أبيه عن جدّه قال ؛ قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلّم : " إِنَّ اللّٰهَ يُنْزِلُ فِيْ آخِرِ أَرْبِعَاءَ مِنْ صَفَرَ ثَمَانَمِائَةِ أَلْفٍ وَعِشْرِيْنِ مِنَ الْبَلاَيَا فَمَنْ صَلَّى صَلَاتَهُ عَصَمَهُ اللّٰهُ مِنَ الْبَلاَيَا" (في رواية الإمام عبد الرزّاق في المسند ج ٢ ص: ٢٠٧ والإمام إبن زيد بن علي في المسند ج ١ ص: ٣٤ والقضائي في التّاريخ ج ٩ ص: ٢٠٣ ، أخرجاه شيخنا رضي اللَّه عنه أو كما قال) 


Artinya : Lafadz hadits ini dari Imam Al Qudha'i dari jalan sanad Thariq bin Zakariya dari Yahya bin 'Iyadz dari Abi Ad Dabbus dari Shalih bin Abi Zakariya bin Syumail Dari Ayahnya dari Kakeknya berkata, Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda : " Sesungguhnya Allah SWT menurunkan dihari akhir Rabu dari bulan Shafar 820.000 ribu dari bala' (musibah), Barangsiapa yang shalat dihari Rabu itu maka Allah SWT menjaganya dari pada bala'-bala' dan bencana-bencana/ malapetaka/musibah" (Diriwayatkan Imam Abdur Razzaq didalam Musnad Juz 2 hal: 208, dan Imam Ibnu Zaid bin Ali didalam Musnad Juz 1 hal: 34 dan Al Imam Al Qudha'i didalam Kitab Tarikh Juz 9  hal: 203).


Didalam sebuah hadits lain yang diriwayatkan oleh Sayyidatuna Fathimah Ra. bahwa Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam bersabda: 


مَنْ صَلىَّ لَيْلَةَ اْلأَرْبِعَاءِ رَكْعَتَيْن

ِ يَقْرَاءُ فِى اْلأُوْلَى فَاتِحَةَ اْلكِتَابِ وَقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ اْلفَلَقْ عَشْرَ مَرَّاتٍ وَفِى الثَّانِيَّةِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ عَشْرَ مَرَّاتٍ ثُمَّ إِذَا سَلَمَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ عَشْرَمَرَّاتٍ ثُمَّ يُصَليِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَشْرَمَرَّاتٍ نَزَل َمِنْ كُلِّ سَمَاءٍ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ يَكْتُبُوْنَ ثَوَابَهُ إِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ 


Artinya :"Barangsiapa yang berkenan mengerjakan shalat 2 rakaat di malam Rabu, pada rakaaat pertama membaca surat al-Fatihah dan al-Falaq 10 kali dan pada rakaat kedua membaca al-Fatihah dan an-Nas 10 kali, kemudian setelah salam membaca istighfar 10 kali dan shalawat 10 kali maka 70 malaikat turun dari langit yang bertugas mencatatkan pahalanya sampai hari kiamat."


TATACARA PELAKSANAANNYA ADALAH:

Niat shalatnya adalah shalat sunnah  mutlak 4 raka'at, atau bisa dengan niat shalat Li daf'il bala' 4 raka'at satu kali salam boleh, tanpa tahiyyatul awwal, dua kali salam juga boleh, di antara bacaan usolinya.


أُصَلِّى سُنَّةً لِدَفْعِ اْلبَلاَء أْرْبَعَ رَكَعَاتٍ إِمَاًمًا \مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى أَللهُ أَكْبَرْ .

Atau.

اُصلي سنة المطلق اربع ركعات اماما / ماموما لله تعالي

الله اكبر .


"Aku niat shalat sunnah sebanyak empat raka'at agar dijauhkan dari malapetaka karena Allah Ta’ala .


Setelah selesai membaca al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat membaca surat al-Kautsar 17 kali, surat al-Ikhlas 5 kali dan surat al-Mu’awwidzatain 1 kali.


Lalu membaca doa shalat sunnah Rebo Wekasan sebagai berikut:


أَللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ اْلقَوِىِّ وَيَاشَدِيْدَ اْلمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّلْتَ بِعِزَّتِكَ جَمِيْعَ خَلْقِكَ إِكْفِنِىْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَامُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ أَللَّهُمَّ بَسِّرْ اْلحَسَنَ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ إِكْفِنِىْ شَرَّ هَذَا اْليَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ اْلبَلِيَاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّابِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ   اَللَّهُمَّ إِعْصِمْنَا مِنْ جَهْدِ اْلبَلاَءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ اْلقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ اْلأَعْدَاءِ وَمَوْتِ اْلفُجْأَةِ وَمِنْ شَرِّ السَّامِ وَالْبَرْسَامِ وَالْحُمَى وَاْلبَرَصِ وَاْلجُذَامِ وَاْلأَسْقَامِ وَمِنْ جَمِيْعِ اْلأَمْرَاضِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى َسِّيدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ .


Menurut sebagian ulama' Al Arif Billah: "Bala' atau malapetaka yang ditakdirkan oleh Allah Swt akan terjadi selama satu tahun itu semuanya diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia pada malam atau hari Rabu terakhir bulan Shafar. Maka barangsiapa yang bersedia menulis 7 ayat di bawah ini kemudian dilebur dengan air lalu diminum, maka orang tersebut akan dijauhkan dari malapetaka. Ayatnya adalah sebagai berikut:


سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ , سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ , سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ , سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ , سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ , سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ 

                   ( peringatan)

Ingat Azimah ini /Ayat ini tidak akan memberi keberkahan,kemanfaatan pada kita,  tapi yang memberkan  keberkahan dan kemanfaatan kepada kitatu adalah Allah SWT.


Semoga kita semuanya di jaga di lindungi dan dihindarkan oleh Allah SWT dari berbagai macam musibah dan bencana aamiin aamiin aamiin ya rabbal aalamiin bisirri asrari Al Fatihah...


keterangan ini juga di terangkan dalam kitab.

1. كتاب فتح الملك المجيد

2. جواهر الخامس جلد 2

3. مشكات الانوار جلد 3 

4. الاتحاف جلد         1

والله اعلم بالصواب، نرجو منكم

 واصلح الفساد بتاُمل # وان بديهة فلا تبدل.


katampi ti PANGERSA SYAIKHONA APA KH MA'SUM AHMAD HASAN

Sabtu, 31 Agustus 2024

Syarah kitab Al hikam & musonifnya

 Di antaranya :

Syekh Ibnu ‘Ajibah (Îqâzh al-Himam fî Syarh al-Hikam)

Syekh Abdulmajid asy-Syarnubi (Syarh al-Hikam al-‘Athâ’iyyah)

Syekh Ahmad Zarruq (Qurrat al-‘Ayn fî Syarh al-Hikam)

Syekh Ibnu ‘Abbad ar-Randi (Ghayts al-Mawâhib al-‘Aliyyah fî Syarh al-Hikam al-‘Athâ’iyyah) 

mantan rektor Al-Azhar Syekh Abdullah asy-Syarqawi (al-Hikam al-‘Athâ’iyyah)

Syekh al-Khathib asy-Syarbini (Sawâthi‘ al-Hikam)

 Syekh Sa‘id Hawa (Mu­dzakkirât fî Manâzil al-Shiddîqîn wa al-Rabbâniyyîn)

Dr. M. Sa‘id Ramadhan al-Buthi (al-Hikam al-‘Athâ’iyyah Syarh wa Tahlîl dalam 5 jilid)

 Dr. M. Shahri (Marâhil al-Sulûk al-Shûfî min Khilâl al-Hikam al-‘Athâ’iyyah).

Selasa, 30 Juli 2024

QS AN-NAHL AYAT 97: Hayatan toyyibah





 مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ.                النحل : ۹۷ 

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 97)

Tafsir jalalain : hal 224 (foto)

Hikam juz 1 hal 69, hikmah 87,88,89


Tafsir Ibnu katsir juz 2 hal 346 : di gambar

وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Di dalam kitab tafsir showi juz 2 hal. 327 : fil jannati : di dalam sorga : 

- hayaatun bilaa mautin : hidup tanpa mati

- ghoniyun bila faqrin : sugih, kaya tanpa faqir

- sihatun bila saqomin : sehat tanpa sakit

- mulkun bila halakin : kerajaan tanpa kerusakan

- sa'adatun bila syaqowatin : bahagia tanpa celaka

   

Minggu, 16 Juni 2024

NIAT DAN DO'A QURBAN

 نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ عَنْ نَفْسِيْ لِلهِ تَعَالَى


نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ عَنْ زَيْدٍ لِلهِ تَعَالَى


اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Jumat, 17 Mei 2024

SURAT IZIN PETERNAKAN

 Kelengkapan Surat izin Peternakan : 

1. Izin Usaha Peternakan (IUP)

2. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

3. Izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

4. Izin Kesehatan Hewan

Kamis, 29 Juni 2023

NAFSU

TUJUH MACAM SIFAT NAFSU DALAM SYARAH AL-HIKAM KH. SOLEH DARAT SEMARANG


Para ulama’ ahli hakikat bersepakat bahwa pangkal dari maksiat dan berpaling dari Allah adalah menuruti hawa nafsu. Dari itu mengetahui hawa nafsu hukumnya wajib, karena seseorang tidak akan bisa memerangi hawa nafsunya jika tidak mengetahuinya.


1. NAFSU AMARAH, yaitu nafsu yang cenderung pada tabiat jasmani, cenderung pada kenikmatan sementara. Yang dimaksud syahwat disini adalah ingin makan yang enak, tidur yang nyenyak, mengikuti perbuatan syaitan dan senang dunia. Dunia menurut nafsu amarah bagaikan mempelai perempuan yang di hias dan dipersiapkan dan nafsu sangat ingin memeluknya.

2. NAFSU LAWWAMAH, adalah nafsu yang hadir ketika mengingat Allah, melaksanakan perintah-Nya dan berbuat kenajikan. Ketika melakukan perbuatan tercela, nafsu ini menyalahkan dirinya sendiri atas perbuatan aniaya yang diperbuat, kemudian memperbaikinya.

3. NAFSU MULHIMAH, nafsu yang menghilangkan sifat was-was atau ragu. Nafsu ini seringkali mengikuti nafsu ilham para malaikat tentang kebenaran dan mengikuti apa yang telah diperintahkan Allah. Jika, kebodohan nafsunya masih tersisa ia menjadi rusak, walaupun badannya sudah rusak namun nafsunya masih tetap.

4. NAFSU MUTHMAINNAH, nafsu yang bercahaya sebab cahaya hati, mampu membuang sifat-sifat yang tercela, seperti ‘ujub dan takabbur. Nafsu ini mempunyai sifat yang terpuji seperti tawadlu’, ikhlas dan lainnya, tenang atau menerima yang diberikan Allah, tidak terombang-ambing.

5. NAFSU RADLIYAH, adalah nafsu yang merasa dirinya telah melebur, sebab dirinya adalah sesuait yang fana’ ia menjadi jernih dengan tajalliy kepada Alah.

6. NAFSU MARDLIYAH, bisa dicapai dengan maqam baqa’

7. NAFSU UBUDIYYAH, nafsu yang suka mengabdi atau menghamba, yakni melakukan segala amal perbuatan yang sifatnya mengabdi kepada Allah.


Nafsu tidak bisa menjadi sempurna, juga tidak bisa naik derajatnya pada derajat tertinggi kecuali telah melakukan suluk dengan mengikuti salah satu thariqat yang bisa mengantar kepada Allah. Maka hendaklah engkau mencari guru thariqat yang bisa menunjukan jalan kepadamu. Jika engkau tidak mencari atau mempunyai guru, engkau tidak akan bisa mencapai derajat ini walaupun ibadahmu layaknya ibadahnya jin dan manusia.

Dari sinilah timbul perbedaan antara salik dan ‘abid. Terkadang seorang ‘abid melaksanakan ibadah selama 500 tahun, tidak bisa meluruskan perjalanan. Yang ditempuh oleh salih hanya dengan sekali perjalanan. Dan kesemua itu tidak akan bisa di capai kecuali oleh mereka yang sudah pernah melaksanakannya.

Semoga kita bisa memerangi hawa nafsu dan inilah yang disebut dengan peperangan yang besar.

(Syarah Al-Hikam; KH. Sholeh Darat hal.59)

7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI

 7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI Dalam Kitab Qotrul Ghois Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang d...