Oleh: Zaki Mubarak
TERKADANG saya harus membenarkan perkataan seorang sahabat yang mengatakan bahwa di dunia ini adalah tentang pertempuran tiga agama semit; Yahudi, Kristen dan Islam, tidak ada yang lain. Yahudi sebagai kakak tertua memiliki sebuah keyakinan yang kuat atas mitologi yang dipercayainya. Mereka mengklaim menjadi bangsa dan agama yang paling berhak atas segala di dunia ini, yang lain hanya menumpang. Namun, Kristen merasa bahwa mereka adalah kaum yang paling banyak kuantitasnya di dunia dan memiliki sistem kepemimpinan yang jelas. Mereka dengan kekuatan jumlah menunjukan kesombongan hegemoninya. Sedangkan Islam berkeyakinan bahwa ajarannya adalah yang paling original dan jauh dari campur tangan manusia. Walau Islam kalah di dunia, Islam masih berharap di akhirat kelak. Bila Yahudi adalah perjanjian lama, kristen perjanjian baru, maka islam adalah perjanjian terakhir.
Lantas, bila saja ketiga agama ini berasal dari batang yang sama; semit (keturunan Ibrahim), maka kenapa mereka seperti musuh yang tak pernah berhenti berperang. Holocaust yang berupaya menghancurkan bangsa Yahudi oleh Nazi, semangat Perang Salib oleh kristen untuk menyerang Islam sampai Islam terpecah belah bagai buih di lautan. Yahudi dengan anugerah kecerdasan berupaya untuk menghegemoni dan menipu Kristen dan Islam. Ia yakin seyakin-yakinnya bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan tuhan. Sehingga, kasus Palestina saat ini yang sekarang sedang menjadi isu internasional, telah menjadikan Islam dan Kristen bersatu untuk melawan Yahudi. Jadi pantas dunia itu sebatas top three religion. Betul kan?
Tulisan ini mencoba mengusut “tuntas” Yahudi sebagai sebuah bangsa sekaligus agama dari sudut geneologis (keturunan) dan mitologis (ajaran) dimana satu sama lain saling menguatkan. Geneologis di sini bukan hanya Yahudi sebagai sebuah bangsa yang memiliki kaitan darah dengan Ibrahim, namun lebih dari sekedar itu. Yaitu penyusunan negara Israel dengan proyek Zionis yang terencana. Berbagai mitologis disusun untuk menjadi strategi meraih cita-cita, dan hari ini kita melihat bahwa mereka adalah bangsa yang hebat dalam segala hal. Baik dalam mencaplok wilayah Palestina maupun kecerdasannya untuk menghegemoni dunia.
Yahudi: Geneologis Semit dalam Kerangka Zionis
Satu hal yang unik dari terminologi “yahudi” adalah yahudi satu sisi sebagai sebuah suku “bangsa” dengan keturunan yang sama dan di sisi lain sebagai sebuah agama langit-semitis. Yahudi bisa meruju kepada sebuah bangsa dimana nabi Ibrohim memiliki anak laki-laki yang bernama Ishak, Ishak memiliki anak laki-laki bernama Ya’kub, Yakub memiliki anak laki-laki bernama Yusup, dan saudara laki-laki Yusup bernama Yahuda. Nah, Anak-cicit Yahuda yang berkembang biak inilah yang disebut kaum (keturunan) Yahudi.
Yahudi sebagai sebuah keturunan memiliki tradisi pengakuann yang unik. Bila bangsa Yahudi itu sudah menyebar luas ke seantero bumi, maka seorang Yahudi akan ditanya apakah keyahudiannya telah tercampur oleh ras bangsa lain atau masih tetap memegang teguh keturunan keyahudiannya. Semisal Yahudi yang menikah dengan Eropa, maka ia tertolak keyahudiannya karena darah Eropa bukan Yahudi. Apabila seorang yahudi ibunya berasal dari Afrika, maka yahudinya tertolak karena kulit Yahudi putih dan tidak menerima hitamnya kulit Afrika. Apabila Yahudi menikahi melayu, maka yahudinya tidak diterima karena ras Yahudi asli adalah yang memegang keturunan yahudi dengan yahudi bukan dengan yang lainnya.
Karena itu, yahudi tidak melakukan “yahudisasi”. Bila kristen sebagai ajaran melakukan kristenisasi atau islam dengan islamisasi, maka yahudi tidak melakukannya. Alasannya karena yahudi adalah sebuah suku yang tidak bisa dikonversikan tanpa memiliki darah kaitan darah. Juga, yahudi sebagai sebuah agama tidak bisa dimiliki oleh orang di luar keturunannya. Pendek kata yahudi sebagai sebuah suku dan agama adalah kelompok geneologis dan teologis ekslusif, dimana untuk menjadi masuk di dalamnya ada syarat genetik yang mengikat. Keekslusifan inilah yang membuat Yahudi lebih spesial dan menjadi suku yang tertutup. Mereka memeriksa setiap keturunannya agar tidak terkontaminasi oleh ras lain. Tujuannya satu, yaitu mereka dapat memiliki ideologi dan cita-cita yang sama dalam keyahudiaannya baik sebagai sebuah bangsa maupun sebagai agama.
Karena kejadian masa lalu yang sangat kelam, terutama kerajaan yahudi yang dihancurkan oleh raja Nebukadnezar di Babilonia, Yahudi tidak memiliki tanah tempat tinggalnya. Seluruh keturunan Yahudi menyebar ke seluruh dunia, sehingga nampak bahwa Yahudi sudah hilang ditelan bumi. Hal ini sama dengan kisah suku-suku hebat yang disebutkan dalam Al Qur’an semisal kaum ‘Ad, Iram, Madyan yang tidak menyisa di bumi. Namun, Yahudi tidak punah, mereka menyebar di muka bumi dan disinyalir sebagai instrumen penting dalam perang akhir zaman. Kemunculan Yahudi sebagai sebuah bangsa dari ketiadaannya adalah saat muncul seorang wartawan Yahudi Theodore Herzel.
Wartawan Herzel ini berpikir keras ketika melihat bangsa Serbia membantai Muslim Bosnia Herzegobina. Dengan membantainya, Serbia dengan pimpinan Slobodan Milosovic dapat mendapatkan tanah Bosnia dan mendirikan sebuah negara, Serbia. Nah kejadian inilah yang menjadi gagasan untuk mengumpulkan kaum Yahudi seluruh dunia untuk mencari sebuah kemungkinan negara baru untuk kaum Yahudi. Keputusan kumpulan itu merekomendasikan kepada Herzel untuk berupaya mencari kemungkinan mendirikan negara dengan sebuah gerakan bernama zionist.
Pada tahun 1946, kaum Zionist ini mendapatkan tanah Palestina dari Inggris. Sebelumnya, ketika Islam masih dipimpin oleh Kholifah Usmani (ottoman empire) di Turki dengan sultan Abdul Hamid sebagai amirul mukmininnya, utusan Herzel datang untuk membeli beberapa petak tanah di Palestina. Dengan tegas, Sultan Hamid menolak mentah-mentah ribuan keping emas dan tidak mengizinkan Israel menyentuh sejengkalpun tanah Palestina yang direbut dengan darah dan jiwa syuhada. Turki Usmani yang memimpin kaum muslimin tidak pernah rela Palestina diambil oleh orang lain, karena disana menjadi kota tiga agama besar yang harus dilindungi.
Kaum Zionist marah dan mencari jalan untuk meruntuhkan kholifah usmani dan saat itu datang pada tahun 1928. Dengan kecerdasan politiknya, mereka tidak menggunakan perang langsung, tapi mereka meminjam Kemal Attaturk untuk menghancurkan kekholifahan usmani serta meliberalkan negara Turki. Dampaknya, Turki Kemal Attaturk menjadi sebuah negara yang jauh dari semangat Islam seperti zaman sebelumnya. Sentimen mengejar kemajuan Eropa ia gaungkan untuk menjadikan Turki lupa sebagai warisan dinasti Islam terakhir.
Dengan tumbangnya Turki Usmani tahun 1928, maka pecah belahlah ummat Islam seluruh dunia terutama pada tahun 1946. Indonesia dijajah Belanda, Inggris mengambil Malaysia, Singapore, India, dan banyak negara lainnya. Prancis menjajah Lybia, Mesir, Tunisia, Al Jazair dan bagian Afrika lainnya. Begitupun Portugis dan Italia yang mengambil kue bagiannya. Islam tidak memiliki kekuatan berarti dan bagaikan makanan yang direbut sana-sini oleh semua bangsa Eropa. Islam yang dahulu meluas hampir sepertiga dunia dan wilayahnya melingkar seperti bulan sabit (crescent) dengan mudah ditaklukan dan dibagi-bagikan menjadi sebuah koloni.
Kebetulan, Palestina dijajah oleh Inggris. Tahun 1946 itulah Inggris menyerahkan Palestina ke Israel (kaum Yahudi) sebagai hadiah. Alasan Inggris memberikannya adalah karena Israel bisa menjadi sekutu mereka di tengah negara-negara Arab. Maka demikian, Inggrislah yang paling bertanggung jawab kepada Ummat Islam sehingga negeri Palestina bisa berpindah tangan ke Israel. Saat itu pula kaum yahudi seluruh dunia berbondong-bondong ke Palestina. Jumlahnya kurang lebih lima juta orang. Namun, jumlah itu adalah jumlah yang sangat besar kualitasnya dibanding kuantitasnya, karena mereka sudah menguasai ekonomi, hiburan, teknologi, korporasi dan Amerika adalah negara yang dikuasainya. Lihat saja Warner Bros, Spelberg, George Sorros, Google, Facebook adalah perusahaan yang dimiliki oleh Yahudi. Presiden Amerika pun adalah hasil dari lobi-lobi politik yahudi. Tidak ada satupun presiden AS yang tidak bisa lepas dari peran Yahudi.
Yahudi: Mitologi rasa Ideologi
Yahudi memiliki sebuah keyakinan dari mitologi yang secara turun temurun diwariskan kepada generasi pelanjutnya. Mereka meyakini bahwa mereka adalah kaum isra’il. Secara terminologi “israil” terdiri dari dua suku kata “isra” yang artinya “hamba” dan “il” yang kemudian berderivasi jadi “eli”, “ila” atau “illah” adalah “Tuhan”. Jadi Israil adalah suku “hamba Tuhan”. Lebih dari itu, “israil” pun dimaknai dengan “musorih” yang berarti “bergulat” dan “il” berati “Tuhan” sehingga Israil adalah suku yang pernah bergulat dengan Tuhan. Konon dalam mitologinya, Tuhan kalah bergulat dengan bangsa Israil dan sebagai hadiahnya, Ia menyerahkan al ardhi mi’ad (tanah yang dijanjikan). Tanah itu adalah tanah Palestina.
Dengan keyakinan mitologi ini, Yahudi dengan israilnya meyakini bahwa tanah yang dijanjikan dalam kitab mereka “taurat”-perjanjian lama, old testasment, adalah Palestina. Dengan segenap upaya, Isail mencaplok Palestina sebagai tanah yang dijanjikan Tuhan. Di samping itu, mereka menciptakan sebuah mitologi baru bagi keyakinannya yaitu bahwa isra’il adalah kerajaan nabi Daud (King David). Nabi Daud yang dalam agama Islam dikenal sebagai nabi sholeh, tawadhu, dan sederhana, mereka visualkan King David sebagai raja diraja yang megah dan perkasa. Anak Daud yaitu Sulaeman (King Solomon) yang dihikayatkan dalam Islam baik hati dan sangat penyayang dikabarkan oleh mereka sebagai raja yang kuasa, perkasa, brutal, keji, dan mampu meraih kejayaan dengan cara apapun. Dengan mitologi ini pula kaum Yahudi berani menyiksa, membunuh dan melampaui kejahatan kemanusiaan manapun.
Mitologi lain yang mereka hikayatkan adalah akan lahirnya juru selamat yang mereka sebut “messias. Paling tidak ada lima syarat messias untuk turun ke bumi sebagai juru selamat mereka, yaitu: (1) messias akan datang bila seluruh kaum yahudi berkumpul di tanah yang dijanjikan Tuhan. Maka hari ini kita bisa melihat bagaimana Yahudi berupaya mencari tanah itu dan berkumpul dalam satu tanah yang mereka sebut negara israel hasil mencaplok dari Palestina.
Untuk menjelaskan tanah yang mereka inginkan seperti dalam “janji tuhan” mereka gambarkan dalam bendera negara Israel. Di atas kain putih, di atas dibentangkan garis biru dan dibawah pun garis biru. Biru adalah air, maka mereka sudah mendeklarasikan bahwa batas negara mereka adalah antara sungai eufrat dan sungai nil di Mesir. Membentang luas di Asia sampai ke Afrika utara. Itulah yang mereka sebut “the greater Israel”. Mereka mendeklarasikan sebagai ras terbaik di dunia ini dan selain dari yahudi adalah kaum atau bangsa “ghai” keledai. Yahudi bisa bekerjasama dengan Eropa, Amerika, Asia, Arab, Afrika, namun mereka semua adalah Ghoi yang akan jadi tunggangannya dan suatu saat nanti mereka akan membunuh tunggangannya sesuai cita-cita tanah yang mereka inginkan.
(2) messias akan turun manakala bila hamparan padang pasir berubah menjadi amparan hijau. Maka Israel sampai saat ini terus menerus menanam tanaman yang hijau. Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi, saat perang akhir zaman, kaum Yahudi bersembunyi dibatu-batu dan pohon-pohon. Namun, batu-batu itu bersuara untuk memberitahu kaum mukmin bahwa Yahudi bersembunyi di balik batu. Hal ini berbeda dengan pohon Gorqod. Pohon inilah yang ditanam oleh Yahudi di Palestina sehingga saat ini negera ini dipenuhi oleh Gorqod. Untuk melindungi tanaman ini, mereka membangun tembok tinggi sepanjang tujuh ratus kilometer dan menjadikan penjara paling besar di dunia bagi Palestina. Kaum muslim Palestina terisolir dari dunia karena tembok ini.
(3) messias akan datang apabila sudah hancur negeri Babilonia. Negeri inilah yang dulu menghancurkan Yahudi. Yahudi adalah ras yang pendendam, sehingga ribuan tahun yang lalu ketika yahudi dihancurkan oleh Babilonia yang sekarang bernama Iraq oleh raja Nebukadnezar. Atas nama dendam ini, mereka akan terus ingin menghancurkan Irak dan pengisinya. Siapapun presiden Amerika, maka mereka pasti akan berupaya mempengaruhi presiden untuk menyerang dan menghancurkan Iraq. Dimulai perang Teluk oleh George Buss serta anaknya dan dilanjutkan sampai kepada Obama bahkan Donald Trump. Dendam kesumat itu tidak pernah mati dan terus digelorakan agar anak cucu Nebukadnezar punah di muka bumi ini.
(4) messias ingin melihat kuil King Solomon. Mitologi mereka mengatakan bahwa kuil (temple) itu ada tepat di bawah mesjid Al Aqso. Sehingga dengan segenap kekuatan, Israil terus merebut mesjid Al Aqso dan mereka tiap hari mengeruk mesjid Al Aqso untuk meruntuhkannya. Tujuan mereka satu yaitu menemukan Kuil King Solomon yang mereka percaya berada tepat di bawah mesjid itu. Hal inilah yang kita lihat setiap hari bahwa pinggir Al Aqso sudah penuh gundukan tanah hasil dari kedukan alat-alat berat Israel.
(5) messias akan turun ketika perang besar. Perang besar inilah yang akan membuat messias turun. Dalam mitologi mereka messias akan menjadi pimpinan mereka untuk berperang dan mendapatkan kemenangan. Dalam beberapa literatur Islam, messias ini adalah ada dua. Isa Al Masih adalah messias pertama yang orang Islam percayai sebagai imam mahdi, dan kedua messias (al masih) palsu yaitu Dazzal-laknatulloh. Bila kita membaca tahiyyat, maka kita membacanya allohumma inni a’udubika min fitnatil “masih”id Dazzal. 70 ribu Yahudi akan bersama Dazzal dalam berperang. Mereka meyakini kekuatan hebat orang bermata satu itu. Sehingga semua orang munafik akan takluk dan menyembahnya sebagai visualisasi tuhan. “tuhan” dengan mata satu inilah yang mereka tunggu sehingga di setiap cita-cita mereka selalu menyertakan matasatu dalam setiap simbolnya. Lihat saja di uang satu dollar. Mata satu akan kelihatan dengan jelas sebagai simbol cita-cita mereka. {}
Bumisyafikri, 18/12/17
Bumisyafikri, 18/12/17
Referensi:
Dari beberapa sumber dan terutama kajian Ustad Abdul Somad, Lc., MA.
Dari beberapa sumber dan terutama kajian Ustad Abdul Somad, Lc., MA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar