Mindset Jualan by Dewa Eka Prayoga
Banyak orang yang baru pertama kali menjadi pengusaha dan meniti karir
sebagai penjual, mereka putus asa dan menyerah ketika ditolak
mentah-mentah oleh para calon pembelinya. Padahal kalau dipikir-pikir,
menjual adalah aktivitas yang sangat mulia.
====================================
“Jualan adalah aktivitas menolong orang yang DIBAYAR…”
Agar kita tidak termasuk orang yang putus asa dan menyerah saat
menjual, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai esensi
jualan itu sendiri.
====================================
Apa sebenarnya esensi jualan itu?
Esensi jualan yang pertama adalah MENOLONG ORANG.
Tanpa disadari, jualan adalah proses pertukaran antara uang dan
manfaat. Setiap uang yang dikeluarkan oleh pembeli akan ditukar dengan
manfaat yang dikemas dalam bentuk produk baik berupa barang ataupun
jasa. Setiap manfaat pasti memiliki kemampuan untuk memenuhi keinginan,
kebutuhan, bahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
====================================
Bayangkan… Jika seandainya banyak orang di luar sana yang tertolong karena hadirnya produk kita, kita tentu senang bukan?
Jika niat kita adalah MENOLONG ORANG, kalaupun ditolak, kenapa harus gundah gulana? Masuk akal?
Mulai saat ini, ketika jualan, munculkanlah rasa ingin menolong orang.
Niatkanlah di dalam hati bahwa penawaran yang diberikan adalah sebuah
penawaran “pertolongan” atas keinginan, kebutuhan, atau permasalahan
yang sedang ia hadapi. Harapannya, dengan hadirnya produk kita, semua
hal tersebut dapat terselesaikan. Dengan begini, ketika ia membeli, kita
bersyukur, dan ketika ia menolak, kita tak perlu kecewa, karena sedari
awal niatan kita adalah menolong.
====================================
Esensi jualan yang kedua adalah MENEBARKAN MANFAAT
Bisa Anda bayangkan, saat jualan, minimal kita sedang membantu
mendistribusikan produk dan manfaat ke banyak orang. Lebih dari itu,
ketika jualan, kita sedang mendorong berputarnya uang.
Kecepatan dan volume perputaran uang di sebuah masyarakat menentukan kesejahteraan masyarakat tersebut.
Indonesia adalah salah satu contohnya. Ketika Eropa dan Amerika sedang
dilanda krisis besar-besaran, Indonesia malahan menembus pendapatan
perkapita hingga 3000$ per tahun. Mengapa? Karena penduduk kita suka
jualan. Mulai dari pedagang kaki lima, ibu-ibu arisan, mahasiswa, hingga
orang-orang di perkantoran. Proses jual beli ini yang meratakan
distribusi uang. Jika distribusi uang sudah merata, Indonesia akan
sejahtera.
====================================
Kalau sudah begitu, hal apa saja yang membuat kita pasrah dan menyerah saat menghadapi penolakan dan kegagalan saat menjual?
Toh esensinya menolong orang dan menebarkan manfaat kan?
====================================
Senin, 24 September 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI
7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI Dalam Kitab Qotrul Ghois Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang d...
-
NADHOMAN TAREKH NABI Muhammad SAW ; NABI URANG SAREREA *BismillaahirRohmaanirRohiim* 1 Nabi urang saréréa, Kangjeng Nabi anu mulya, ...
-
7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI Dalam Kitab Qotrul Ghois Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang d...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar