Senin, 04 Maret 2019

KAFIR, KUFUR, KUFFAR

Apa itu kata *Kafir*, *Kufur*, *Kuffar*

_Hampir 100% orang Non-Muslim yang marah ketika disebut KAFIR itu adalah orang-orang yang Gagal Paham._

*PAHAMI DULU ARTI KAFIR ...*

*Saya agak aneh dengan orang-orang non-muslim yang "Baper"... lalu merasa bahwa Islam adalah Agama yang "Intoleran" karena telah menyebut orang-orang Non-Muslim dengan sebutan "Kafir", dan Lucunya lagi ada pula dari beberapa kawan-kawan yang Muslim juga sewot dengan sebutan Kafir pada orang-orang Non-Muslim tersebut dengan alasan bahwa penyebutan "KAFIR" kepada Non-Muslim adalah tidak menghargai Kaum Non-Muslim ...*😳

*Pertanyaanya ... bagi Kalian yang Non-Muslim, paham tidak arti kata "Kafir" itu ???*

Sekasar itukah kata "Kafir" yang Kalian anggap ?

Di dalam Al-Qur'an kata "Kafir" itu diberikan Oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Kaum Non-Muslim, kaum yang "TIDAK MENYEMBAH ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala"..., *orang-orang yang tidak mengimani Al-Qur'an dan yang menolak Muhammad Shallallahu alaihi wasallam itu sebagai Rasul*.... lalu kalian mau protes dan mengatakan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menghargai kalian karena menyebut kalian kafir ???

*baca terus biar paham*

Padahal Kalian lah yang tidak paham bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menggunakan istilah *"KAFIR" sebagai satu kata Perumpamaan yang paling halus yang diberikan kepada orang-orang yang tidak mengimani Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Al-Qur'an dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ...*

MAU TAHU ARTI KATA KAFIR ???

Kafir adalah sebutan bagi orang yang *"kufur"*, Kufur itu artinya *"menutup diri"*...

Arti kata kufur itu sendiri sangat halus, tidak menyengat hati ... jadi apa yang salah dengan kata "kafir" itu ???

Ini salah satu Contoh kata Kufur dalam Al-Qur'an :

▪"Seperti hujan yang tanam-tanamannya membuat para "kuffar" menjadi kagum”
(QS. Al-Hadid : 20). Jadi Kuffar = Petani (petani yang kerjanya menutup benih), Halus kan ... ? Tidak ada yang kasar dengan kata "Kafir", lalu kenapa Kalian yang Non-Muslim serta Kalian-kalian juga yang mengaku Muslim menjadi *gagal paham* dan *amat reaktif* begitu mendengar kata "Kafir" ???

Padahal kata kafir itu berasal dari kata *Kufur / Kuffar* yang artinya hanya *"Menutup Diri"*...

Di dalam Agama Islam sendiri, Kafir itu ada banyak macamnya, setidaknya ada 5 (lima) macam, diantaranya adalah :

1. *Kufur Zindiq*, yaitu yang tidak mengakui kebenaran Islam tetapi pura-pura masuk atau menjadi pemeluk agama Islam.

2. *Kufur Inadi*, yaitu yg meyakini adanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan hati dan lisannya, tetapi tidak mau patuh pada perintah-perintah Allah itu sendiri.

3. *Kufur Mu-attil*, yaitu yang sama sekali tidak percaya akan adanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala, baik hatinya maupun lisannya.

4. *Kufur Nikmat*, yaitu tidak mau mensyukuri nikmat-nikmat yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepadanya.

5. *Kufur Juhud*, yaitu orang yang mengingkari kebenaran Agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jadi ... Allah Ta'alaa telah menggunakan kata *Kafir* itu sendiri sebagai istilah atau "Kata Ganti" bagi orang-orang yang menutup dirinya dari eksistensi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tiada sama sekali kaitannya dengan anggapan adanya "Penghinaan / Cacian" dalam kata *"Kafir"* tersebut.

Lalu mereka Para Non-Muslim yang Gagal Paham terhadap makna "Kafir" mengatakan : *"Jangan seenaknya mengkafir-kafirkan orang ... !”*

*Aduh ... Bodohnya !!!*

Hal ini sama saja seorang Turis Bule yang marah-marah ketika diberi label *"WNA"* !!!

Yaa ... kalau tidak mau disebut sebagai "WNA", harus masuk jadi WNI dulu donk ...

SAMA KHAN ANALOGINYA ...???

Padahal, kalau kita baca di dalam kitab-kitab orang-orang Non-Muslim (misalnya : Kristen), mereka lebih parah menyebut orang-orang yang berada di luar agama mereka.

*Tidak Percaya ???*

Ini buktinya ... di dalam agama Kristen, penyebutan orang-orang di luar Kristen adalah dengan sebutan binatang, yakni tepatnya *"Domba yang Tersesat ..."*

Coba saja Cek dalam Kitab Injil Lukas 15 : 2-3, Matius 15:24 :

"Aku diutus hanya pada Domba-domba tersesat dari Bani Israil ...”ini bermakna bahwa manusia di luar Kristen diumpamakan sebagai binatang ...

Sekarang mari sama-sama kita lihat saja Penyebutan terhadap orang-orang yang berada di luar Agama Yahudi, berdasarkan *Kitab Talmud* (Kitabnya orang Yahudi). Dalam kitab Talmud Yahudi tersebut yakni dalam *"Yebamont 98a"*, dikatakan juga bahwasan semua orang di luar Agama Yahudi adalah : *"Babi" !* kemudian juga bisa dilihat dalam *"Kerithuth 6b"* disebutkan “Hanya Orang-orang Yahudi lah sebagai manusia, sedangkan orang-orang Non-Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang ...

Sekarang, mana coba yang lebih halus penyebutannya dalam penggunaan istilah atau kata perumpamaan orang-orang yang berada di luar Komunitas Agamanya ???

Yaa ... Jelas-jelas *"Islam lah yang Paling Halus !"*

Kemudian, Mana yang lebih *"Toleran"*, kata Kafir (dalam Islam), Domba (dalam Kristen) atau Binatang (dalam Yahudi) ?

Islam jelas lebih *Toleran* dalam menghargai orang-orang di luar agamanya ... dengan *"hanya menyebut"* mereka sebagai Kafir yang artinya *"Menutup Diri"*...

Maka Belajarlah ... dan Jadilah orang yang tahu, BUKAN ORANG YANG SOK TAHU ...

Untuk yang Muslim, maka jadilah seorang muslim yang *"Kaffah"*, yakni Muslim yang paripurna, menyeluruh, dan tidak setengah-setengah ...

*SEMOGA BERMANFAAT.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI

 7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI Dalam Kitab Qotrul Ghois Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang d...