SUNAH-SUNAH IDUL FITRI
1.Takbiran
Disunnahkan untuk takbiran pada Idul Fitri sejak setelah Maghrib pada 1 Syawal hingga shalat Id. Takbiran Idul Fitri ini bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, semua disunnahkan takbiran baik di masjid maupun di rumah, termasuk saat berjalan menuju shalat Id.
2. Mandi sebelum berangkat shalat Id
Sebelum shalat Idul Fitri, umat Islam disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu. Mandi Idul Fitri dilakukan seperti mandi besar, hanya niatnya yang berbeda, yakni niat mandi sunnah Idul Fitri.
Doa Niat Mandi Sunah Hari Raya Idul Fitri:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liyaumi 'iiedil fithri sunnatan lillaahi ta'alaa
Artinya: Sengaja saya mandi pada hari Raya Idul Fitri sunah karena Allah Ta'ala
3. Memakai pakaian terbaik untuk shalat Id
Umat Islam disunnahkan untuk memakai pakaian terbaik yang dimilikinya untuk shalat Idul Fitri. Yakni pakaian yang paling bagus dan cocok untuk shalat.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya” (HR. Hakim)
4. Memakai minyak wangi
Selain disunnahkan memakai pakaian terbaik, disunnahkan pula memakai minyak wangi khususnya saat menghadiri shalat Idul Fitri. Sebagaimana lanjutan hadits tersebut: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya dan memakai minyak wangi” (HR. Hakim)
5. Makan sebelum berangkat shalat Id
Umat Islam disunnahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Id. Makan pagi ini sekaligus sebagai pertanda bahwa ia sedang tidak berpuasa setelah sebulan penuh berpuasa.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: ”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berangkat ke lapangan pada hari raya Idul fitri hingga makan beberapa biji kurma” (HR. Al Bukhari dan Ahmad)
6. Berangkat shalat Idul Fitri seawal mungkin
Disunnahkan untuk berangkat shalat Idul Fitri seawal mungkin. Yakni setelah shalat Subuh, atau beberapa waktu setelah itu.
7. Menempuh jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang shalat Id
Disunnahkan untuk menempuh jalan yang berbeda antara pergi dan pulang shalat Idul Fitri. Jadi ketika pergi ke lapangan melewati satu jalan, hendaknya pulangnya melalui jalan yang lain.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.“ (HR. Al Bukhari)
8. Jalan kaki menuju tempat shalat Idul Fitri
Jika memungkinkan, disunnahkan untuk berjalan kaki menuju lapangan tempat shalat Idul Fitri sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki.“ (HR. Ibnu Majah)
9. Mengajak serta wanita dan anak-anak
Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat Idul Fitri adalah wajib. Sedangkan mayoritasnya berpendapat hukumnya sunnah muakkad. Lepas dari perbedaan pendapat ini, Rasulullah memerintahkan wanita dan anak-anak untuk ikut serta shalat Id. Bagi wanita yang sedang haid, mereka tidak ikut shalat tetapi ikut mendengarkan khutbah dari tepi/pinggir lapangan tempat shalat.
10. Mengucapkan selamat hari raya
Ketika umat Islam bertemu di hari raya, disunnahkan untuk mengucapkan selamat hari raya sebagaimana para sahabat melakukannya. Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan bahwa ucapan Idul Fitri yang diucapkan para sahabat ketika bertemu sahabat lainnya adalah taqabbalallahu minna wa minkum.
“Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari Id, mereka berkata kepada sebagian lainnya: *taqabbalallahu minna wa minka*,” terangnya.
Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."(HR. Al-Bukhari)
Wallahu a’lam bish shawab.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI
7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI Dalam Kitab Qotrul Ghois Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang d...
-
NADHOMAN TAREKH NABI Muhammad SAW ; NABI URANG SAREREA *BismillaahirRohmaanirRohiim* 1 Nabi urang saréréa, Kangjeng Nabi anu mulya, ...
-
7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI Dalam Kitab Qotrul Ghois Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang d...
-
Makna Sakinah, Mawaddah dan Rahmah Kita sering mendengar istilah sakinah, mawadah dan rahmah dalam konteks pernikahan, tapi sepertinya sedi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar