Kamis, 19 Maret 2020

10 WASIAT AGAR TERHINDAR DARI WABAH

*10 WASIAT AGAR TERHINDAR DARI WABAH*
Dari Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr
*1. Membaca dzikir ini tiga kali di pagi dan petang hari*
مَنْ قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثُ مَرَّاتٍ، لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ
Dari sahabat Utsman r.a. aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda, “Barang siapa yang membaca tiga kali dzikir ini di pagi hari, maka tidak akan ada marabahaya yang akan memadharatkan hingga sore hari. Dan Barang siapa yang membaca tiga kali dzikir ini di sore hari, maka tidak akan ada marabahaya yang akan memadharatkan hingga pagi hari. (Shahih, HR Abu Dawud no. 5.088, Ibnu Majah no. 3.869, at-Tirmidzi no. 3.388, al-Bukhari dalam al-Adab al-mufrad no. 660).
*2. Memperbanyak doa dzun nuun (nabi Yunus as.)*
لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Sebagaimana Allah swt. Berfirman
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ - ٨٧
Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ - ٨٨
Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (QS al-Anbiya [21]: 87-88)
*3. Berlindung kepada Allah dari beratnya bala musibah*
Dari Abu Hurairah r.a.
" يَتَعَوَّذُ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ "
bahwa Rasulullah saw. selalu berlindung dari ujian yang amat berat, ditimpa kesengsaraan, takdir yang buruk, dan kegembiraan musuh. (HR al-Bukhari no. 6.347)
*4. Membaca doa keluar rumah*
Dari Anas bin Malik r.a.,
" إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ، فَقَالَ: بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ، فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ "

Nabi saw. bersabda, “Apabila seseorang keluar dari rumahnya, lalu dia berkata, ‘bismillahi tawakkaltu ‘ala Allah laa haulaa wala quwwata illaa billaah’, maka setan pun akan menyingkir darinya. Setan yang lain berkata, ‘bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapat petunjuk, kecukupan, dan penjagaan?’ (Shahih, HR Abu Dawud no. 5.095).
*5. Membaca dzikir pagi dan petang*
Dari Abdullah bin Umar r.a. Rasulullah saw. tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي، وَقَالَ عُثْمَانُ: عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah sesungguhny aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri, dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu agar aku tidak terjatuh. (Shahih, HR Ahmad no. 4.785, Abu Dawud no. 5.074, Ibnu Majah no. 3.871).
*6. Memperbanyak doa*
Dari Abdullah bin Umar r.a. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda
مَنْ فُتِحَ لَهُ مِنْكُمْ بَابُ الدُّعَاءِ ، فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ ، وَمَا سُئِلَ اللهُ شَيْئًا يَعْنِي أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يُسْأَلَ الْعَافِيَةَ . وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ ، فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللهِ بِالدُّعَاءِ.
“Barang siapa telah dibukakan baginya pintu doa berarti telah dibukakan baginya pintu rahmat (kasih sayang), –yaitu yang paling dicintai di sisi-Nya– daripada hanya sekadar meminta penjagaan saja.
Dan Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya doa bermanfaat terhadap apa yang sudah ditetapkan dana pa yang belum ditetapkan (takdir). Maka hendaklah kalian berdoa wahai hamba Allah. (Shahih, HR at-Tirmidzi no. 3.548)
*7. Tidak mendatangi tempat munculnya wabah*
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ، أَنَّ عُمَرَ خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amir bahwasannya Umar r.a. berangkat menuju Syam. Dan ketika di Sarga (Kampung yang ada di lembah Tabuk) disampaikan kepadanya bahwa telah terjadi wabah di Syam. Maka diberitahu oleh Abdurrahman bin ‘Auf bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika kalian mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah datang ke daerah tersebut. Jika kalian ada di dalam wilayah tersebut, maka janganlah keluar dari wilayah tersebut. (HR al-Bukhari no. 5.730 dan Muslim no. 2.219)
أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: " لَا يُورِدُ الْمُمْرِضُ عَلَى الْمُصِحِّ
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “yang sakit tidak boleh mendekat kepada yang sehat”. (HR Muslim no. 2.221).
*8. Senantiasa Berbuat Baik*
Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw. bersabda
" الْمَعْرُوفُ إِلَى النَّاسِ يَقِي صَاحِبَهَا مَصَارِعَ السُّوءِ، وَالآفَاتِ، وَالْهِلَكَاتِ، وَأَهْلُ الْمَعْرُوفِ فِي الدُّنْيَا هُمْ أَهْلُ الْمَعْرُوفِ فِي الآخِرَةِ "
“Perbuatan baik kepada orang lain itu melindungi diri pelakunya dari perbuatan-perbuatan buruk, bencana, dan musibah. Orang-orang yang berbuat baik di dunia, mereka adalah ahli-ahli kebaikan di akhirat.” (HR al-Hakim no. 428)
*9. Shalat Malam*
Dari Bilal r.a. Rasulullah saw. bersabda
" عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ "
“Hendaklah kalian mendirikan shalat malam, sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya shalat malam akan mendekatkanmu kepada Allah, memeliharamu dari dosa, menghapus keburukan dan menjauhkan penyakit dari badan”. (HR at-Tirmidzi no. 3.549)
*10. Menutup wadah makanan dan tempat minum*
Dari Jabir bin Abdullah r.a. aku mendengar Rasulullah saw. bersabda
" غَطُّوا الْإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، فَإِنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ لَا يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ، إِلَّا نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ "
“Tutuplah bejana-bejana, rapatkanlah tempat-tempat minum, karena sesungguhnya di dalam setahun ada satu malam di mana satu wabah bisa turun padanya. Tidaklah ia melewati bejana yang tidak ditutup dan tempat minum yang tidak dirapatkan, kecuali akan masuk padanya wabah”. (HR Muslim no. 2.014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI

 7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI Dalam Kitab Qotrul Ghois Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang d...