Selasa, 05 November 2024

Hukum Suami menolak ajakan istri

 [5/11 20.48] Dudu Durahman: Assalamu alaikum. Izin bertanya🙏


Bagaimana hukumnya ; suami menolak ajakan istri untuk bersetubuh ?...jazakallooh

[5/11 20.48] Dudu Durahman: JAWABAN :

Ukuran kebahagiaan sebuah keluarga juga bisa dilihat dari hubungan di atas kasur (bkn kuantitas tapi kualitasnya). Jika salah satunya malas diajak "perang" ada sebab-sebab yang menjadi penyebabnya, bisa jadi karena jengkel, atau uang blnja krg atau sebab lain, misal kecapekan (biasanya kalau cuman capek ajja pasti mau), dan ada masalah yang membuat kita "senang" hingga enggan melakukannya. Kewajiban seorang suami adalah memberikan nafkah lahir-bathin, jika memang sudah diberikan tapi masih saja kurang ya sudah gugur kewajiban suami, kalau bicara dosa dan tidak, mari kita lihat batasan kewajiban suami mengenai nafkah batin yang memang terjadi khilaf :

·Menurut satu pendapat Syafi’iyyah seumur hidup satu sekali. Selebihnya disunnahkan empat hari sekali

·Menurut Hanafiyyah wajib tiap empat bulan sekali.

·Menurut Hanabilah wajib empat bulan sekali bila tidak ada udzur

·Menurut pendapat rajih dari Malikiyyah wajib tiap empat hari sekali bila ada permintaan dari istri. 



R E F E R E N S I

1. Hawasyi As-Syarwany vol. VII hal. 183

2. Mughnil Muhtaj vol. IV hal. 414

3. Raddul Mukhtar vol. III hal. 202 4. Al-Fawakihud Dawany vol. V hal. 131

5. Mathalibu Ulin Nuha vol. V hal. 265

6. Fathul Bari vol. IX hal. 373

4. الفواكه الدواني الجزء الخامس صحـ 131

وأما الوطء فقد قال صاحب القبس : الوطء واجب على الزوج للمرأة عند مالك إذا انتفى العذر , وقال ابن حنبل والأجهوري : يجب على الرجل وطء زوجته ويقضى عليه به حيث تضررت المرأة بتركه وقدر عليه الزوج , لأن الإنسان لا يكلف ما لا يطيقه , والراجح أنها إذا شكت قلة الوطء يقضى لها في كل أربع ليال بليلة , كما أن الصحيح إذا شكا الزوج من قلة الجماع أن يقضى له عليها بما تطيقه كالأجير , خلافا لمن قال : يقضى بأربع مرات في اليوم والليلة لاختلاف أحوال الناس فقد لا تطيق المرأة ذلك

5. مطالب أولي النهى الجزء الخامس صحـ 265

فصل ( ويلزمه ) أي : الزوج ( وطء ) زوجته مسلمة كانت أو كافرة , حرة أو أمة بطلبها ( في كل ثلث سنة مرة إن قدر ) على الوطء نصا ; لأنه تعالى قدره في أربعة أشهر في حق المولى , وكذا في حق غيره ; لأن اليمين لا توجب ما حلف عليه فدل أن الوطء واجب بدونها ( و ) يلزمه ( مبيت ) في المضجع على ما ذكره في " نظم المفردات " و " الإقناع " واستدل عليه الشيخ تقي الدين بمواضع من كلامهم , وذكر في الفروع نصوصا تقتضيه ( بطلب عند ) زوجة ( حرة ليلة من أربع ) ليال إن لم يكن عذر ( كأنها واحدة )

6. فتح البارئ الجزء التاسع صحـ 373


واختلف العلماء فيمن كف عن جماع زوجته فقال مالك إن كان بغير ضرورة ألزم به أو يفرق بينهما ونحوه عن أحمد والمشهور عند الشافعية أنه لا يجب عليه وقيل يجب مرة وعن بعض السلف في أربع ليلة وعن بعضهم في كل طهر مرة.

Puasanya orang kesurupan

 Assalamualaikum ustadz Maaf ustadz mau tanya..


Bagaimana hukumnya puasanya orang yang kesurupan??


Terima kasih ustadz

JAWABAN:


Ada 2 (dua) pendapat:


1) Menurut ulama yang menganggap sama dengan penyakit gila, maka dengan sebab kesurupannya langsung batal puasanya.


2) Menurut ulama yang menganggapnya seperti pingsan, maka bisa batal jika kesurupannya mulai fajar subuh sampai maghrib. Jika ada sadarnya, maka tidak batal


REFERENSI:


الباجوري، الجزء ١ الصحفة ٦٣٠


ومتى جن الصائم ولو لحظة من النهار بطل صومه، وإذا أغمي عليه أو سكر فلا يضر، إلا إذا استغرق جميع النهار، فإن أفاق ولو لحظة من النهار صح صوم، ولا يضر النوم ولو استغرق جميع النهار حيث نوى قبل النوم


Artinya : Dan sewaktu-waktu orang yang berpuasa menjadi gila -walaupun hanya sesaat- di siang hari puasa, maka puasanya menjadi batal. Adapun jika seseorang pingsan atau mabuk, maka itu tidak apa-apa (tidak membuat puasanya batal) kecuali jika dua perkara tersebut terjadi sepanjang puasa (yakni mulai subuh sampai mghrib, maka batal puasanya). Maka dari itu jika dia sadar di siang hari puasa walaupun hanya sesaat, maka puasanya sah. Adapun tidur maka tidaklah membahayakan puasanya, walaupun dia tidur sepanjang waktu puasa, asalkan dia sudah niat untuk berpuasa sebelum tidur.




تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي، الجزء ٧ الصحفة ٣٤٥


قَوْلُ الْمَتْنِ: جُنُونًا) وَالْإِصْرَاعُ نَوْعٌ مِنْ الْجُنُونِ كَمَا قَالَهُ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ نِهَايَةٌ وَمُغْنِي أَيْ فَيَثْبُتُ بِهِ الْخِيَارُ ع ش عِبَارَةُ سم يَنْبَغِي أَنَّ مِنْهُ أَوْ فِي مَعْنَاهُ الصَّرْعُ وَيُحْتَمَلُ أَنَّ كَوْنَ أَحَدِهِمَا مَسْحُورًا كَذَلِكَ أَيْ كَالْجُنُونِ وَيُحْتَمَلُ أَنْ يُلْحَقَ بِالْإِغْمَاءِ اهـ وَلَعَلَّ الْأَقْرَبَ هُوَ الِاحْتِمَالُ الْأَوَّلُ


Artinya : (Perkataan matan : atau penyakit gila) : Adapun penyakit ayan atau kesurupan, maka termasuk salah satu macam dari penyakit gila, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama' dalam naskah Nihayah dan Mughni. Yakni sehingga penyakit ayan bisa menetapkan hak khiyar sesuai keterangan syekh Ali Sibromalisi. Adapun naskah syekh Ibnu Qosim Al 'Abbadi: Sudah selayaknya yang termasuk dalam kategori penyakit gila atau yang semakna dengannya : adalah ayan/kesurupan. Dan boleh jadi bahwa salah satu dari macamnya berupa orang yang terkena sihir juga dihukumi seperti orang gila. Tapi bisa juga dia dihukumi seperti orang yang pingsan. Dan kayaknya yang lebih bisa diterima alasan qiyasnya : adalah pertimbangan yang pertama yaitu dihukumi seperti orang gila bukan orang pingsan.



الفتاوى الحديثية لابن حجر الهيتمي، الجزء ١ الصحفة ٥٣


وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْإِمَامِ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ قُلْت لِأَبِي : إنَّ أَقْوَامًا يَقُولُونَ : إنَّ الْجِنِّيَّ لَا يَدْخُلُ فِي بَدَنِ الْمَصْرُوعِ ، فَقَالَ : يَا بُنَيَّ يَكْذِبُونَ ، هَذَا ‏يَتَكَلَّمُ عَلَى لِسَانِهِ‎ .‎وَهَذَا الَّذِي قَالَهُ أَمْرٌ مَشْهُورٌ ، فَإِنَّهُ يُصْرَعُ الرَّجُلُ فَيَتَكَلَّمُ بِلِسَانٍ لَا يُعْرَفُ مَعْنَاهُ ، وَيُضْرَبُ عَلَى بَدَنِهِ ضَرْبًا عَظِيمًا لَوْ ضُرِبَ بِهِ جَمَلٌ لَأَثَّرَ بِهِ أَثَرًا ‏عَظِيمًا‎٠ وَالْمَصْرُوعُ مَعَ هَذَا لَا يُحِسُّ بِالضَّرْبِ ، وَلَا بِالْكَلَامِ الَّذِي يَقُولُهُ‎ وَقَدْ يُجَرُّ الْمَصْرُوعُ وَغَيْرُ الْمَصْرُوعِ ، وَيَجُرُّ الْبِسَاطُ الَّذِي يَجْلِسُ ‏عَلَيْهِ‎ .‎‏ وَيُحَوِّلُ آلَاتٍ ، وَيَنْقُلُ مِنْ مَكَان إلَى مَكَان، وَيَجْرِي غَيْرُ ذَلِكَ مِنْ الْأُمُورِ مَنْ شَاهَدَهَا‎ .‎‏ أَفَادَتْهُ عِلْمًا ضَرُورِيًّا ، بِأَنَّ النَّاطِقَ عَلَى لِسَانِ ‏الْإِنْسِيِّ‎ .‎وَالْمُحَرِّكَ لِهَذِهِ الْأَجْسَامِ جِنْسٌ آخَرُ غَيْرُ الْإِنْسَانِ


Artinya : Abdullah putra Imam Ahmad bin hambal mengatakan ; "Aku berkata kepada ayahku bahwasannya sesungguhnya beberapa kaum berkata ; Sesungguhnya jin tidak bisa memasuki badan orang yang kesurupan". Maka ayahku (Imam Ahmad) berkata ; "Wahai anakku mereka telah berbohong." Orang telah berbicara dengan bahasa daerahnya, dan apa yang dikatakannya ini adalah perkara yang sudah ketahui banyak orang : Bahwa sesungguhnya orang yang kesurupan dia bisa berbicara dengan bahasa yang dia tidak mengetahui maknanya, dan terkadang ia dipukul dengan pukulan yang sangat kuat yang jika dipukulkan kepada seekor unta maka akan memberi bekas yang sangat besar. Akan tetapi anehnya orang yang kesurupan tersebut sama sekali tidak merasakan pukulan tersebut, begitu juga ia tidak memahami perkataan yang ia ucapkan. Bahkan terkadang orang yang kesurupan dan yang tidak kesurupan dapat ditarik begitu juga dengan karpet yang iya duduki. Juga dapat menggeser alat-alat dan memindahkannya dari satu tempat ke tempat yang lain dan perkara-perkara lain yang masih banyak lagi, yanga mana barang siapa melihatnya secara langsung, maka akan menghasilkan satu kesimpulan yang tidak bisa di bantah oleh siapapun, bahwa orang yang berbicara dengan lidah manusia tersebut dan yang menggerakkan tubuhnya adalah satu jenis makhluk yang bukan manusia.

Senin, 04 November 2024

KAJIAN FIQH WANITA BAG 1 BAB MANDI

 KAJIAN FIQH WANITA BAG 1

BAB MANDI

HAL HAL YG MEWAJIBKAN MANDI


          Perkara yang menyebabkan kewajiban mandi itu sebanyak ada enam perkara, dua perkara berlaku bagi kaum wanita dan berlaku pula bagi kaum lelaki, ialah sebagai berikut:

1. Mandi jenabat, sebab bersetubuh, walaupun tidak keluar mani, atau keluar mani, walaupun tidak bersetubuh.

2. Kewajiban mandi disebabkan meninggal dunia, kecuali mati syahid, yaitu mati di medan pertempuran berperang melawan kafir harbi, dan mati karena uzur. Seperti mati terbakar dan sejenisnya.

Dan yang tiga perkara berlaku hanya untuk kaum wanita yaitu sebagai berikut:

3. Sebab mengeluarkan darah haid

4. Sebab mengeluarkan darah nifas

5. Sebab melahirkan anak, meskipun masih berupa segumpal darah, atau segumpal daging, yakni belum membentuk rupa manusia (Fathul Qaribul Mujib: 6, Husnul Mathalib: 67 dan Kasyifatus Saja: 24). 

 

Beberapa-Masalah Penting


1. Apabila ada seorang wanita selesai bersetubuh dengan suaminya. Setelah mandi, ia keluar dari kemaluannya berupa mani suaminya. Apakah wajib mengulang mandinya atau tidak? Jawabannya: Apabila wanita itu ketika disetubuhi suaminya dalam keadaan syahwat, maka ia diwajibkan untuk mandi lagi, kareana mani yang keluar adalah campuran antara air maninya sendiri dengan mani suaminya. Akan tetapi apabila wanita itu ketika disetubuhi tidak bersyahwat, misalnya sedang tidur nyenyak, maka ia tidak diwajibkan mandi lagi, karena yang keluar itu hanya murni maninya suami (Kasyifatus Saja: 22).


2. Apabila seorang wanita di dalam mengeluarkan darah haid terputus-putus. Apakah ia diwajibkan mandi haid? Jawabannya: Apabila dalam mengeluarkan darah belum mencapai cukup 24 jam, maka ia belum diwajibkan mandi. Dan apabila ia mengeluarkan darah sudah cukup 24 jam, maka sewaktu-waktu darahnya berhenti, ia sudah dihukumi suci dari haid, yakni sudah diwajibkan mandi, shalat, puasa serta sudah halal disetubuhi suaminya. Kemudian kalau ternyata darah- nya keluar lagi, maka kenyataan mandi, shalat dan puasanya tidak sah, karena sebenarnya ia masih didalamnya masa haid. Oleh karena itu nantinya ia diwajibkan mengqadla puasa yang dikerjakan didalam berhentinya itu. Ia tidak berdosa melakukan persetubuhan di dalam masa berhentinya itu, walaupun sejatinya masih di dalam masa haid, karena hanya melihat pada dhahirnya saja. Seterusnya, sewaktu-waktu darahnya berhenti lagi, maka ia dihukumi suci lagi. Jadi diwajibkan macam-macam lagi. Dan apabila darahnya kembali keluar lagi, maka kenyataannya ia masih di dalam masa haid. Demikian seterusnya, selama belum lebih dari 15 hari dan 15 malam (Al-Jamal ‘Ala Syarhil Minhaj: 1/226).


Fardlu-Fardlunya Mandi

          Bahwa fardlu-fardlu atau rukun-rukunnya mandi wajib atau sunah jumlahnya sebanyak tiga perkara ialah:


1. Niat di dalam hati untuk menghilangkan janabat, haid, nifas atau wiladah. Dengan mengguyurkan air ke sebagian anggota badan, misalnya wajah atau yang lain. 

2. Meratakan air ke seluruh kulit tubuh dan rambut. Untuk wanita yang rambutnya digelung atau di pocong, jika tidak bisa sampai dan merata air kedalamnya, maka wajib mengurai rambutnya. Kemudian ketika meratakan air ke seluruh lekuk-lekuk tubuh, wanita yang mandi tidak cukup dengan posisi berdiri, tetapi harus duduk sekira air merata ke seluruh tubuh dan rambut.

3. Menghilangkan najis dengan air, bila dalam tubuhnya terdapat najis yang nyata. Keterangan ini yang dianggap baik oleh Imam Rafi’i. Oleh karena itu tidak cukup membasuh satu kali untuk menghilangkan hadas dan sekaligus najis, kecuali najis hukmiyah (Ri’ayatal Himmat: 1/151-152).


Syarat-Syarat Sah Wudlu dan Mandi


       Bahwa syarat-syarat sahnya wudlu dan mandi itu jumlahnya ada sembilan perkara, yaitu:


1. Islam. Artinya mandi seseorang dianggap sah, jika ia beragama Islam (mengucapkan dua kalimat Syahadat dengan memenuhi syarat-syaratnya).

2. Tamyiz. Artinya mandi seseorang dianggap sah, jika ia berakal sehat. Adapun Tamyiz yang dimaksud, seseorang yang dapat membedakan antara malam dengan siang, atas dengan bawah, arah mata ank a: barat- timur, utara-selatan dan antara suci dengan najis.

3. Mengetahui pekerjaan yang fardlu dalam wudlu dan mandi. Yaitu fardlu wudlu ada enam perkara dan fardlunya mandi ada tiga perkara.

4. Air yang digunakan untuk wudlu dan mandi harus dengan air yang. Suci dan mensucikan yang lain.

5. Tidak ada sesuatu pada lahirnya yang menghalangi sampainya air ke seluruh kulit tubuh anggota wudlu maupun mandi.

6. Kekal niatnya sampai pada akhir sempurnanya wudlu dan mandi.

7. Tidak ada sesuatu akibat yang dapat merubahkan sifat air sampai kulit tubuh anggota wudlu atau anggota mandi.

8. Mengalir airnya hingga sampai ke seluruh ubuh anggota wudlu maupun anggota mandi.

9. Sudah berhenti dari darah haid, nifas maupun wiladat.


     Wudlu dan mandi bagi orang yang kekal hadasnya (Daaimul Hadats), syaratnya harus ditambah lagi dua perkara yaitu:


10. Wudlu atau mandi harus sesudah masuk waktu shalat.

11. Dan harus segera dilaksanakan wudlu dan mandi dengan segera.

    (Minhajul Qawim: 14 dan Ri’ayatal Himmah: 1/147-148).)

Minggu, 03 November 2024

Aqiqah anak laki²

 JAWABAN :

Wa'alaikumsalam. Orang yang hanya mampu menyembelih seekor kambing dengan niat mengaqiqahi anak laiki-lakinya karena masalah financial diatas sejatinya telah mendapatkan kesunahan aqiqah dan telah gugur tuntutan AQIQAH pada dirinya

( و ) لكن ( الأكمل شاتان ) متساويتان ( للذكر ) ويحصل بالواحدة فيه أصل السنة

Yang sempurna adalah dua kambing untuk anak laki-laki namun bila ia menyembelih seekor kambing maka juga telah ia dapatkan kesunahan beraqiqah. [ Minhaj al-Qawiim I/634 ].

ويتأدى أصل السنة عن الغلام بشاة لأنه صلى الله عليه وسلم عق عن الحسن والحسين كبشا

Dan telah tergapai kesunahan aqiqah saat ia enyembelih seekor kambing untuk anak laki-lakinya karena Baginda Nabi shallallaahu alaihi wa sallam mengaqiqahi Hasan dan Husen dengan menggunakan seekor domba. [ Iqnaa Li as-syarbiny II/549 ].

Dan tidak disyariatkan baginya mengulangi/menyempurnakan aqiqahnya yang menurut syara' telah terhasilkan kesunahannya, bila ia menyembelih kambing lagi ditahun berikutnya namanya bukan lagi aqiqah tapi sedekah/hadiah biasa. Wallaahu A'lamu Bis Showaab

لجنة بحث المسائل

Menurut fatwa Imam Suyuthi, AQIQAH tidak diulang kedua kalinya. Berikut ta'birnya:

قلت : وقد ظهر لي تخريجه على أصل آخر وهو ما أخرجه البيهقي عن أنس أن النبي صلى الله عليه وسلّم عق عن نفسه بعد النبوة مع أنه قد ورد أن جده عبد المطلب عق عنه في سابع ولادته والعقيقة لا تعاد مرة ثانية ، فيجعل ذلك على أن الذي فعله النبي صلى الله عليه وسلّم إظهار للشكر على إيجاد الله إياه رحمة للعالمين وتشريع لأمته كما كان يصلي على نفسه لذلك فيستحب لنا أيضاً إظهار الشكر بمولده بالاجتماع وإطعام الطعام ونحو ذلك من وجوه القربات وإظهار المسرات:) الحاوي للفتاوي كتاب الصداق صفحة رقم 181(

Menururt hematku, sesungguhnya telah nampak padaku untuk mengeluarkan dalil lain bagi Maulid, yaitu hadits yang dikeluarkan oleh Baihaqy dari Anas, bahwa Nabi saw menyembelih ‘aqiqah buat dirinya setelah kenabian, padahal ada hadits yang mengatakan kakek beliau, Abdul Mutthalib, telah meng’aqiqah pada hari ketujuh kelahirannya. ‘Aqiqah tidak diulang kedua kali. Berarti perbuatan beliau menyembelih yang kedua merupakan menampakkan rasa syukur atas diciptakannya beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam sekaligus menjelaskan syari’at (Maulid) bagi umatnya, sama alasannya mengapa beliau berselawat atas dirinya sendiri. Karena itulah, sunat bagi kita pula menampakkan syukur atas kelahirannya dengan berkumpul, menyedekahkan makanan dan lain-lain yang termasuk dalam Qurbah dan mewujudkan kegembiraan. (Al-Hawy lil Fatawa kitab shidaq hal.181).

Menurut Zaid bin Aslam kedua kambing disembelih bersamaan. Penyembelihan kambing yang satu tidak diundur dari kambing yang lain. Ta'birnya Kitab Fat-hul Bari 15/396 :

قال داود بن قيس رواية عن عمرو " سألت زيد بن أسلم عن قوله مكافئتان فقال : متشابهتان تذبحان جميعا أي لا يؤخر ذبح إحداهما عن الأخرى

Sabtu, 02 November 2024

Sholat qodho Sirri atau jahri


 Assalamualaikum

Izin bertanya,...

Kalau kita ngodho sholat dhuhur dikerjakan pas malam misalnya,apakah masih disunahkan membaca dg Sirri/jahr,...?

Begitu juga sebaliknya ketika sholat Maghrib yg diqhodho pas waktu siang🙏

Kalo sholat di waktu sholat jahr, maka jahr

Kalo sholat di waktu sir, maka sir

Contoh qodho' sholat Isya di kerjakan di waktu Zuhur, maka sir, referensi ada di kitab Umdatus Salik

Bujaeromi

Kutek pewarna

 Asalamualaikum ust mau nanya hukumnya memakai kutek pewarna kuku bagi laki-laki dan wanita dan jenis kutek yang ketika kita memakainya wudhu kita sah

Maksutnya airnya sampai ke kuku tidak terhalang dengan kutek tsb?


Waalaikumussalam 


Hukum Memakai Henna dan Kuteks (cat kuku))


Deskripsi:

Henna adalah tato temporer (tato yang tidak permanen) yang biasa dibubuhkan di beberapa bagian tubuh, semisal lengan atau kuku.

Dari beragam warna yang menarik dan berbagai goresan seni yang kreatif nan indah , kini kehadirannya diminati setiap wanita mulai dari yang sudah tua remaja hingga anak-anak. Baik untuk acara resepsi pernikahan, tunangan maupun hari-hari biasa untuk mempercantik tampilannya. Selain Henna mereka juga memakai kutek (cat kuku) yang beraneka warna.


Pertanyaan:

Sebenarnya apa hukum memakai henna maupun kutek , dan boleh kah semua kalangan wanita memakainya?


Jawaban:

Hukum memakai henna pada telapak tangan sampai pergelangan secara merata (تعميم) diperinci:

– Untuk wanita yang hendak berihrom sunah baik sudah bersuami atau belum.

– Untuk selain wanita yang hendak berihrom diperinci:

1. Wanita yang sudah bersuami hukumnya sunah memakai henna baik dengan izin suami atau tidak,

2. Wanita yang sedang ber ihdad (berkabung sebab kematian suaminya) harom,

3. Wanita yang belum bersuami makruh.

 

Hukum mewarnai kuku (تطريف الاصابع) baik memakai kutek/pewarna kuku/pacar, maupun henna diperinci:

– Untuk wanita yang bersuami dan dapat izin dari suami sunah,

– Untuk wanita yang belum bersuami atau yang sudah bersuami tapi tidak dapat izin harom.

Akan tetapi menurut imam Ibnu Rif’ah dan imam Malik keharoman ini terkhusus dengan pewarna kuku hitam, adapun selain hitam maka boleh.


Catatan:

– Bagi laki-laki harom memakai henna sebab tasabuh binnisa (menyerupai wanita), namun jika adanya udzur semisal untuk berobat yang dimana tidak ada obat lain selain sejenis henna maka diperbolehkan.

– Untuk pemakaian kutek (pewarna kuku) yang terdapat jirim (bentuk) yang sekira bisa rontok ketika di kerik menggunakan kuku, maka wajib dihilangkan ketika hendak berwudhu atau mandi wajib. Sebab dapat menghalangi sampainya air keanggota badan sehingga mencegah keabsahan wudhu maupun mandi wajib, dan untuk kutek (pewarna kuku) yang tidak berjirim tidak wajib dihilangkan sebab hanya berupa warna saja dan tidak sampai mencegah sampainya air keanggota badan.


Referensi:


حاشية إعانة الطالبين ج2 ص387

وعبارة الكردي: قوله: ويحرم الحناء للرجل. خرج به المرأة، ففيها تفصيل، فإن كان لاحرام استحب لها سواء كانت مزوجة.أو غير مزوجة، شابة أو عجوزا وإذا اختضبت عمت اليدين بالخضاب.وأما المحدة: فيحرم عليها، والخنثى كالرجل.ويسن لغير المحرمة إن كانت حليلة وإلا كره.ولا يسن لها نقش وتسويد وتطريف وتحمير وجنة، بل يحرم واحد من هذه على خلية ومن لم يأذن لها حليلها.


 سعيد باعشن ,شرح المقدمة الحضرمية المسمى بشرى الكريم بشرح مسائل التعليم ,page 90

و) أن تخصب (المزوجة يديها، ورجليها بالحناء) إن كان حليلها يحبه، وأن تبدأ في كل ذلك باليمنى، أما غيرها .. فلا يسن لها ذلك، بل يحرم عليها الخضب بسواد، وتطريف الأصابع وتحمير الوجنة والنقش إن كانت غير مفترشة، أو لم يأذن لها حليلها، وكذا يحرم عليها وصل شعرها بنجس أو شعر آدمي مطلقاً، وبطاهر إن لم تكن فراشاً، أو لم يأذن لها، والوشر وهو: تحديد أطراف الأسنان وتفريقها، كالوصل بطاهر غير شعر آدمي.


 النووي ,المجموع شرح المهذب ,3/140

وَأَمَّا الْخِضَابُ بِالْحِنَّاءِ فَمُسْتَحَبٌّ لِلْمَرْأَةِ الْمُزَوَّجَةِ فِي يَدَيْهَا وَرِجْلَيْهَا تَعْمِيمًا لَا تَطْرِيفًا وَيُكْرَهُ لِغَيْرِهَا وَقَدْ أَطْلَقَ الْبَغَوِيّ وَآخَرُونَ اسْتِحْبَابَ الْخِضَابِ لِلْمَرْأَةِ وَمُرَادُهُمْ الْمُزَوَّجَةُ وَأَمَّا الرَّجُلُ فَيَحْرُمُ عَلَيْهِ الْخِضَابُ إلَّا لِحَاجَةٍ لِعُمُومِ الْأَحَادِيثِ الصَّحِيحَةِ فِي نَهْي الرِّجَالِ عَنْ التَّشَبُّهِ بِالنِّسَاءِ


 النووي، روضة الطالبين وعمدة المفتين، ٧١/٣

فَرْعٌ يُسْتَحَبُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تُخَضِّبَ يَدَيْهَا إِلَى الْكُوعَيْنِ بِالْحِنَّاءِ قَبْلَ الْإِحْرَامِ، وَتَمْسَحَ وَجْهَهَا أَيْضًا بِشَيْءٍ مِنَ الْحِنَّاءِ لِتَسْتُرَ الْبَشَرَةَ، فَإِنَّهَا تُؤْمَرُ بِكَشْفِهِمَا، وَلَا فَرْقَ فِي اسْتِحْبَابِ الْخِضَابِ لِلْمُحْرِمَةِ بَيْنَ الْمُزَوَّجَةِ وَغَيْرِهَا. وَأَمَّا فِي غَيْرِ الْإِحْرَامِ، فَيُسْتَحَبُّ لِلْمُزَوَّجَةِ الْخِضَابُ، وَيُكْرَهُ لِغَيْرِهَا. وَحَيْثُ اسْتَحْبَبْنَاهُ، فَإِنَّمَا يُسْتَحَبُّ تَعْمِيمُ الْيَدِ دُونَ النَّقْشِ وَالتَّسْوِيدِ وَالتَّطْرِيفِ، وَهُوَ خَضْبُ أَطْرَافِ الْأَصَابِعِ.

Jumat, 01 November 2024

hukum buah buahan yg melebar di pekarangan orang lain

 Ada pertanyaan bagaimana hukum buah buahan yg melebar di pekarangan orang lain 

Masihkah si pemilik buah memiliki hak atas buah yg dipekarangan oranglain?


JAWABAN :


Wa'alaikumussalam. Tetangga dan orang umum tetap tidak boleh memetik buah pohon tersebut kecuali setelah mendapat izin dari pemilik pohon, karena buah-buahan yang menjalar keluar masih menjadi milik pemilik pohon tersebut.


Hukum pohon yang akar atau dahannya menjalar ke pekarangan orang lain : Apabila ada pohon yang akar dan batangnya menjalai kepekarangan tetangga maka akar dan batangnya tetap kepunyaan pemilik pohon. Dan bila dirasa mengganggu maka tetangga harus lapor, dan atas laporan ini pemilik pohon wajib memotongnya, jika pemilik tidak mau maka pemilik pekarangan diperbolehkan memotongnya.


بغية المسترشدين ١٤٢

و لو انتشرت اغصان شجرة او عروقها الى هواء ملك الجار اجبر صاحبها على تحويلها فان لم يفعل فللجار تحويلها ثم قطعها ولو بلا اذنح حاكم كما فى التحفة و ان كانت قديمة بل لو كانت لهما مع الارض ................الى ان قال : و ان منعت الضوء عن الجار


Kalo dalam hukum negara demikian : Orang-orang yang hidup bertetangga tentulah mempunyai hak dan kewajiban masing-masing satu sama lain. Termasuk menyangkut dahan atau pohon yang mentiung / menjorok di pekarangan orang lain. Hal ini diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata) yaitu tentang hak dan kewajiban antara pemilik-pemilik pekarangan yang satu sama lain bertetanggaan .

·Pasal 666 (2) KUHPerdata : Barangsiapa mengalami bahwa dahan-dahan pohon tetangganya mentiung di atas pekarangannya, berhak menuntut supaya dahan- dahan itu dipotongnya.

·Pasal 666 (3) KUHPerdata : Apabila akar-akar pohon tetangganya tumbuh dalam tanah pekarangannya, maka berhaklah ia memotongnya sendiri; dahan-dahan pun bolehlah ia memotongnya sendiri, jika tetangga setelahsatu kali ditegur, menolak memotongnya, dan asal ia sendiri tidak menginjak pekarangan si tetangga.


Ibarot ini sudah jelas bahwa dahan tersebut milik orang yang punya pohon. Jadi buah yang masih ada di dahan juga nasih milik nya yang punya pohon.


و لو انتشرت اغصان شجرة او عروقها الى هواء ملك الجار اجبر صاحبها على تحويلها فان لم يفعل فللجار تحويلها ثم قطعها ولو بلاذن حاكما

Ini ibarat yang pas banget :

*ني ، ولو وصل غصنه بشجرة غيره كانت ثمرة الغصن لمالكه وإن كان متعديا*


- Hasyiyah Bujairomi :


حاشية البجيرمى على المنهج ج : 3 ص : 8وحاصل المعتمد فى الدكة والشجرة وحفر البئر أن الدكة يمنع منها ولو بفناء داره او دعامة لجداره سواء فى المسجد اوالطريق وان اتسع وانتفى الضرر وأذن الإمام وكانت لعموم المسلمين وان الشجرة فى الطريق كذلك. اهـ

7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI

 7 JENIS NAFSU MENURUT SYEKH NAWAWI AL BANTANI Dalam Kitab Qotrul Ghois Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang d...